Selasa, 29 September 2026
15:36 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Simakobu

Simakobu

Bagikan:
Simakobu
250px-NMNH-usnm_121690_Simias_concolor_xray_lateral.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar sinar-x tengkorak simakobu
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Subfamili: Colobinae
Tribus: Presbytini
Genus: Simias
Miller, 1903
Spesies:
S. concolor
Nama binomial
Simias concolor
Miller, 1903
250px-Pig-tailed_Langur_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Simakobu atau masepsep memiliki nama ilmiah Simias concolor merupakan primata asli Indonesia yang endemik di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, monotipik dalam genus Simias. Spesies ini dapat ditemukaan di Pulau Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Siberut. Bagian dari famili Cercopithecidae, dan subfamili Colobinae, spesies tunggal untuk genus Simias.[3]

Gambaran

Simakobu jantan memiliki panjang sekitar 490–550 mm sedangkan pada betina memiliki panjang 460–550 mm.[4] Berat rata-rata sekitar simakobu adalah 8,7 kg untuk jantan dan 7,1 kg untuk betina.[5] Panjang ekor simakobu bervariasi antara 14 hingga 15 cm.[5] Ada dua jenis warna pada simakobu yaitu abu-abu gelap dan warna coklat muda, tetapi warna abu-abu gelap lebih umum ditemui.[5] Simakobu memiliki tangan dan kakinya yang sama panjang.[6] Ekor simakobu berukuran agak pendek dibandingkan dengan spesies primata yang lain dalam subfamili Colobinae.[6] Simakobu yang sudah dewasa memiliki warna rambut hitam dan semakin gelap daripada saat masih muda.[6] Keunikan hewan ini adalah ekornya pendek, setra tidak berbulu, bulunya hanya ada pada ujung ekor.[5] Karena bentuk ekornya yang seperti ekor babi tersebut maka simakobu juga sering disebut monyet ekor babi.[6]

Habitat

Simakobu adalah hewan endemik Indonesia, tetapi persebarannya hanya terbatas di Kepulauan Mentawai saja yaitu di di daerah barat pantai Sumatera.[7] Simakobu hidup di daerah hutan rawa dan hutan dataran rendah.[3] Selain di daerah tersebut, simokobu juga ditemukan di hutan primer yang terletak di lereng bukit.[3] Simakobu berkembang biak dengan cara beranak, musim lahir ada pada bulan Juni hingga bulan Juli.[3]

Status konservasi

Populasi simakobu diperkirakan terus menurun, pada sepuluh tahun terakhir hewan ini mengalami penurunan sebesar 90%.[3] Simakobu kini bestatus hewan langka.[3] Kelangkaan simakobu diakibatkan karena perburuan yang berlebihan serta banyak habitat asli hewan ini yang rusak dan hilang.[3] Hutan primer sebagai habitat simakobu kini terus berkurang karena banyak hutan yang dibuka untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.[3] Simakobu banyak dijual oleh masyarakat setempat sehingga banyak diburu.[4]

Tindakan dalam upaya untuk melestarikan simakobu juga telah dilakukan, pertama melaukan peningkatan perlindungan untuk Taman Nasional Siberut sebagai habitat alami simakobu.[3] 2) Langkah selanjutnya melakukan perlindungan terhadap hutan Peleonan di Siberut Utara yang merupakan rumah bagi populasi primata yang mudah dijangkau.[3] Berikutnya melaukan perlindungan pada kawasan Kepulauan Pagai melalui bekerja sama dengan sebuah perusahaan penebangan yang telah berlatih.[3] Pemerintah juga meningkatkan pendidikan konservasi terutama mengenai berburu.[3] langkah terakhir adalah pengembangan model ekonomi alternatif bagi masyarakat lokal untuk mengurangi kemungkinan menjual tanah mereka kepada perusahaan penebangan yang ingin membuka hutan.[3]

Rujukan

  1. ↑ Quinten, M.; Setiawan, A.; Cheyne, S.; Traeholt, C.; Whittaker, D. (2020). "Simias concolor". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T20229A17953422. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T20229A17953422.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "Simias concolor". ICUN Red List. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  4. 1 2 "Simakobu" (PDF). Primate SG. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  5. 1 2 3 4 "Simias concolor (simakobou)". Animal Diversity Web. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  6. 1 2 3 4 "Pig-tailed Langur". The Primata. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-25. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  7. ↑ "Pig tailed langur)". Arkive. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan