Minggu, 18 Oktober 2026
21:47 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Siegfried Lenz

Siegfried Lenz

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_B_145_Bild-F030757-0015%2C_Siegfried_Lenz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siegfried Lenz saat membacakan karya sastranya dalam sebuah acara di perwakilan negara bagian Hamburg di Bonn, 11 Desember 1969.

Siegfried Lenz merupakan salah satu penulis yang terkenal dalam kesastraan kontemporer Jerman. Lenz dilahirkan pada 17 Maret tahun 1926 di Lyck (Prussia Timur, sekarang bernama Elk), Polandia. Dia wafat pada 7 Oktober 2014 di Hamburg, Jerman, dalam usia 88 tahun. Dia dikenal luas melalui karya-karyanya yang berupa esai, cerita pendek (cerpen), drama, roman, sandiwara radio, dan novel. Karya-karyanya ini telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa.[1] Sesudah tahun 1945, Lenz belajar filsafat, sejarah sastra, dan sastra Inggris di Hamburg. Dia pernah menjadi redaktur di harian Die Welt pada tahun 1950 hingga 1951. Setelah itu, Lenz menjadi penulis lepas di Hamburg dan Denmark. Dia lebih banyak menetap di Kota Hamburg. Istrinya bernama Liselotte. Dia menerbitkan karya pertamanya yang berupa novel berjudul There Were Hawks in The Air (Es waren Habichte in der Luft) pada 1951. Karya terpenting dari Lenz adalah sebuah novel berjudul The German Lesson yang dipublikasikan tahun 1968.[2] Lenz cukup produktif dalam berkarya. Bahkan pada usia 80-an tahun, dia meluncurkan karya yang juga banyak terjual, A Minute’s Silence. Dia pun sering mendapat penghargaan atas karya-karyanya, salah satunya adalah Goethe Prize pada 1999, yang diadakan setiap tiga tahun sekali. Walaupun begitu, dia tidak meraih penghargaan nobel di bidang sastra.

Referensi

  1. ↑ Fuchs, Sybille. "The death of German writer Siegfried Lenz (1926-2014)". Diakses tanggal 2017-10-03.
  2. ↑ Yardley, William (2014-10-10). "Siegfried Lenz, Novelist of Germany's Past, Dies at 88". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2017-10-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan