Selasa, 03 November 2026
16:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Serangan Kabul April 2016

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Serangan Kabul 2016
Bagian dari Perang di Afganistan (2015-sekarang, Operasi Omari
osm-intl,6,34.5553,69.2075,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Serangan_Kabul_April_2016&revid=11520912&groups=_670a5f051fa333c6b045460306d3888286f23771&parser=parsoid
Lokasi34°33′19″N 69°12′27″E / 34.5553°N 69.2075°E / 34.5553; 69.2075
Kabul, Afghanistan
Tanggal19 April 2016
4:30 AM (UTC)
SasaranWarga sipil, Karyawan pemerintahan
Jenis serangan
Pembantaian
SenjataBom, Senapan
Tewas28+
Luka320+
PelakuAfganistan Taliban

Pada tanggal 19 April 2016 pukul 04.30 waktu UTC, militan Taliban menyerang sebuah tim keamanan pemerintah di Kabul, Afganistan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 320 orang. Serangan itu merupakan serangan terbesar kelompok Taliban di daerah perkotaan sejak tahun 2001.

Perkembangan

Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Sediq Sediqi, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil. Lalu, terjadilah bahwa baku tembak dua jam berlangsung antara gerilyawan dan pasukan keamanan. Ismail Kawasaki, juru bicara Kementerian Kesehatan Umum, mengatakan bahwa 327 terluka telah dibawa ke rumah sakit daerah. Juru bicara Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Ia mengatakan sebanyak 92 staf keamanan dan tentara tewas.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan