Rabu, 30 September 2026
17:48 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Feminisme separatis

Bagikan:

Feminisme separatis adalah bentuk feminisme radikal yang menyatakan bahwa perlawanan terhadap patriarki paling baik dilakukan dengan hanya memusatkan perhatian kepada perempuan saja.[1] Beberapa pendukung feminis separatis meyakini bahwa laki-laki tidak dapat memberikan sumbangan yang positif kepada pergerakan feminis dan bahkan laki-laki yang bermaksud baik akan mengulang dinamika patriarki.[2]

Penulis Marilyn Frye mendeskripsikan feminisme separatis sebagai "pemisahan (...) dari laki-laki dan dari institusi, hubungan, peran dan aktivitas yang didefinisikan oleh laki-laki, didominasi laki-laki, dan beroperasi untuk keuntungan laki-laki dan mempertahankan keistimewaan laki-laki – pemisahan ini diprakarsai atau dipertahankan oleh perempuan sesuai dengan kehendaknya".[3]

Dalam risalah feminisme sosial yang diterbitkan pada tahun 1972, the Hyde Park Chapter of the Chicago Women's Liberation Union membedakan separatisme sebagai "pandangan ideologi" dengan separatisme sebagai "pandangan taktik".[4] Di dalam dokumen yang sama, mereka juga memisahkan separatisme sebagai "praktik pribadi" dengan separatisme sebagai "pandangan politik".[4]

Separatisme lesbian

Separatisme lesbian adalah jenis feminisme separatis khusus untuk kaum lesbian. Separatisme lesbian dapat diinterpretasikan sebagai strategi sementara atau praktik seumur hidup. Banyak kelompok separatis lesbian yang membeli tanah agar mereka dapat hidup terpisah dari laki-laki dan perempuan heteroseksual.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Christine Skelton, Becky Francis, Feminism and the Schooling Scandal, Taylor & Francis, 2009 ISBN0-415-45510-3, ISBN978-0-415-45510-7 hlm. 104 Diarsipkan 2023-07-19 di Wayback Machine..
  2. ↑ Sarah Hoagland, Lesbian Ethics: toward new value Diarsipkan 2023-07-19 di Wayback Machine., hlm. 60, 154, 294.
  3. ↑ Marilyn Frye, "Some Reflections on Separatism and Power". In Feminist Social Thought: A Reader, Diana Tietjens Meyers (ed.) (1997) New York: Routledge, hlm. 406–414.
  4. 1 2 Chicago Women's Liberation Union, Hyde Park Chapter. Socialist Feminism: A Strategy for the Women's Movement, 1972 (booklet).
  5. ↑ Kershaw, Sarah. “Lesbian Communities Struggle to Stay Vital to a New Generation.” The New York Times 30 Jan. 2009. NYTimes.com. Web. 22 Feb. 2017.

Bacaan lanjut

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan