Jumat, 30 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Seni kriya

seni terapan

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang secara umum. Untuk untuk seni kriya dalam wayang kulit, silakan lihat Seni kriya (wayang kulit), lihat Seni kriya (disambiguasi).

Seni kriya adalah jenis karya seni terapan yang meliputi: seni keramik, seni ukir, seni tekstil, ataupun kerajinan.

Seni keramik

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Seni ukir

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Seni tekstil

Batik dikenal pertama kali pada abad XVII yang motifnya dituliskan pada daun lontar berbentuk binatang dan tumbuhan, yang lambat laun menjadi motif abstrak dan bentuknya menyerupai bentuk awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Di Indonesia perkembangan batik berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Pada masa kerajaan Mataram batik juga banyak dibuat dan digunakan, dan juga pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Awalnya batik hanya di gunakan dan dikerjakan terbatas di dalam kraton saja untuk pakaian raja dan keluarganya serta pengikutnya. Karena pengikut raja tinggal di luar kraton, maka kesenian batik dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan di tempat masing-masing. Yang lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik pun di gunakan menjadi pakaian rakyat yang digemari baik wanita maupun pria.

Kerajian tangan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Berbagai jenis kerajinan yang dibuat secara hand made (keterampilan tangan), seperti membentuk binatang atau bunga dari tekstil tanpa dipotong, begitu juga dengan kerajinan yang dirangkai dari bahan akrilik menjadi bentuk bunga, bros dll

Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan