Selasa, 22 September 2026
16:34 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Semnopithecus

Semnopithecus

genus mamalia

Semnopithecus
250px-Gray_langur_%28Semnopithecus%29_by_Shantanu_Kuveskar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Langur kelabu di Mangaon, Maharashtra
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Subfamili: Colobinae
Tribus: Presbytini
Genus: Semnopithecus
Desmarest, 1822
Spesies tipe
Simia entellus [1]
Dufresne, 1797
Spesies

Semnopithecus schistaceus
Semnopithecus ajax
Semnopithecus hector
Semnopithecus entellus
Semnopithecus hypoleucos
Semnopithecus johnii
Semnopithecus priam
Semnopithecus vetulus

Artikel takson sembarang

Semnopithecus adalah sebuah genus monyet dunia lama yang berasal dari anak benua India, dengan semua spesiesnya kecuali dua umum dikenal sebagai langur kelabu.[1] Awalnya, hanya spesies Semnopithecus entellus yang diakui, tetapi sejak 2001, beberapa spesies tambahan telah diakui. Taksonominya telah melewati beberapa perubahan, tetapi saat ini, delapan spesies diakui.

Anggota genus Semnopithecus bersifat terestrial, mendiami hutan, habitat terbuka dengan pepohonan ringan, dan daerah perkotaan di anak benua India. Kebanyakan spesies ditemukan pada ketinggian rendah hingga sedang, tetapi langur-kelabu kashmir dan langur-kelabu nepal ditemukan di Pegunungan Himalaya pada ketinggian hingga 4.000 m (13.000 ft).

Spesies

Genus SemnopithecusDesmarest, 1822 – delapan spesies
Nama umum Nama ilmiah dan subspesies Sebaran Ukuran dan ekologi Status IUCN dan estimasi jumlah populasi
Langur-kelabu kaki-hitam

Gray monkey

S. hypoleucos
Blyth, 1841

Tiga subspesies
  • S. h. achates
  • S. h. hypoleucos
  • S. h. iulus
India Selatan
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan dan semak belukar[3]

Makanan: Daun, buah, dan bunga[2]
 LC 


Tidak diketahui Population declining[3]

Langur-kelabu kashmir


S. ajax
(Pocock, 1928)
Pegunungan Himalaya
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan[4]

Makanan: Daun, kulit kayu, dan biji[4]
 EN 


1,400–1,500 Population declining[4]

Langur-kelabu nepal

Gray monkey

S. schistaceus
Hodgson, 1840
Pegunungan Himalaya
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan, daerah semak belukar, dan daerah berbatu[5]

Makanan: Daun dan buah, serta biji, akar, bunga, kulit kayu, ranting, kerucut pohon konifer, lumut, lumut kerak, pakis, tunas, rimpang, rumput, dan hewan invertebrata.[5]
 LC 


Tidak diketahui Population declining[5]

Langur nilgiri

Gray monkey

S. johnii
(J. Fischer, 1829)

Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan[6]

Makanan: Daun, buah, dan bunga[2]
 VU 


9,500–10,000 Population steady[6]

Langur hanoman

Gray monkey

S. entellus
(Dufresne, 1797)
India
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan, sabana, dan sesemakan[7]

Makanan: Daun, buah, dan bunga, serta serangga, kulit kayu, getah, dan tanah[8]
 LC 


Tidak diketahui Population declining[7]

Langur-kelabu tarai

Gray monkey

S. hector
(Pocock, 1928)
Pegunungan Himalaya
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan[9]

Makanan: Daun, buah, dan bunga[2]
 NT 


Tidak diketahui Population declining[9]

Langur-kelabu jambul

Brown monkey

S. priam
Blyth, 1844

Tiga subspesies
  • S. p. anchises
  • S. p. priam
  • S. p. thersites
India Selatan dan Sri Lanka
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan dan semak belukar[10]

Makanan: Daun dan buah[10]
 NT 


Tidak diketahui Population declining[10]

Langur muka-ungu

Gray monkey

S. vetulus
(Erxleben, 1777)

Empat subspesies
  • T. v. monticola (Langur muka-ungu gunung)
  • T. v. nestor (Langur muka-ungu barat)
  • T. v. philbricki (Langur muka-ungu zona-kering)
  • T. v. vetulus (Langur muka-ungu zona-basah dataran-rendah selatan)
Sri Lanka
Map of range
Ukuran: 41–78 cm (16–31 in), dengan ekor sepanjang 69–108 cm (27–43 in)[2]

Habitat: Hutan[11]

Makanan: Daun, buah, bunga, dan biji[11]
 EN 


Tidak diketahui Population declining[11]

Referensi

  1. 1 2 Groves, C.P. (2005). "Genus Semnopithecus". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 174–175. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
  3. 1 2
  4. 1 2 3
  5. 1 2 3
  6. 1 2
  7. 1 2
  8. 1 2
  9. 1 2 3
  10. 1 2 3
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan