Senin, 12 Oktober 2026
16:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Hauzah Qom

Hauzah Qom

Bagikan:
Hauzah Qom
حوزه علمیه قم (Persia)
حوزة قم (Arab)
250px-%D8%B9%DA%A9%D8%B3_%D8%A7%D8%B2_%D9%85%D8%AF%D8%B1%D8%B3%D9%87_%D8%B9%D9%84%D9%85%DB%8C%D9%87_%D9%85%D8%B9%D8%B5%D9%88%D9%85%DB%8C%D9%87_%D8%B4%D9%87%D8%B1_%D9%82%D9%85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama resmi
Hauzah 'Ilmiyya
JenisHauzah
Didirikan1922 (1922)
PendiriAbdolkarim Haeri Yazdi
Afiliasi keagamaan
Syiah Dua Belas Imam
DekanHossein Wahid Khorasani
Alamat
Zaer Blvd
, ,
JVVJ+C5G
,
34°38′36″N 50°52′49″E / 34.64333°N 50.88028°E / 34.64333; 50.88028
BahasaPersia, Arab
Hauzah Qom di Iran
Hauzah Qom
Lokasi di Iran
Situs webwww.ismc.ir

Hauzah Qom (Persia: حوزه علمیه قم, alih aksara: Ḥawza-ye ʿIlmiyya-ye Qom) adalah hauzah (seminari Islam) Syiah terbesar dan terkemuka, yang terletak di kota Qom, Iran. Ini adalah hauzah terbesar di Iran, didirikan pada tahun 1922 oleh Ayatullah Agung Abdolkarim Haeri Yazdi di Qom untuk melatih para cendekiawan Ushuli.[1][2] Hauzah terdiri dari beberapa institusi dan sistem terstruktur yang dikembangkan untuk mengatur dirinya sendiri.[3] Kurikulumnya mencakup tata bahasa Arab, retorika, ilmu-ilmu Al-Qur'an, teologi, dan ilmu-ilmu tradisional.[4] Selain Kufah dan Bagdad, Qom adalah salah satu dari tiga pusat transmisi hadis paling awal dalam sejarah intelektual Syiah.

Sejarah hauzah ini berawal dari berdirinya kota Qom yang didominasi Syiah, ketika keluarga Ash'ari—sebuah klan Syiah—bermigrasi dari Kufah ke Qom dan berkontribusi pada perkembangan kota tersebut. Setelah mereka menguasai Qom, penyebaran Syiah dan pengajaran hadis serta Al-Qur'an dimulai. Hal ini berlanjut dengan kedatangan keturunan para Imam Syiah, yang memainkan peran penting dalam mendirikan dan memperluas hauzah tersebut.

Pengaruhnya menurun di bawah pemerintahan Sunni selama kebangkitan dinasti Seljuk, dan semakin berkurang selama invasi Mongol ke Qom. [butuh rujukan] Selama masa dinasti Safawiyah, hauzah ini kemungkinan besar kembali terkenal bersama dengan hauzah-hauzah di Isfahan dan Qazvin. Di antara para pengajarnya pada era ini terdapat para ulama seperti Syekh Baha'i dan Mulla Sadra. Pada masa Qajar, pendirian sekolah-sekolah besar seperti Sekolah Feyziyeh di Qom semakin memperkuat hauzah tersebut.

Akhirnya, dengan upaya baru untuk menghidupkan kembali hauzah di era Qajar, Yazdi bermigrasi ke Qom dan mendirikan hauzah modern. Hauzah ini menjadi hauzah paling aktif dalam sejarah Syiah di Qom, dan kemudian menjadi pusat utama kajian Syiah di dunia Islam. Setelah Yazdi, tiga muridnya, diikuti oleh Sayyid Husayn Burujardi, memimpin hauzah tersebut.

Referensi

  1. ↑ Walbridge, Linda S. The most learned of the Shiʻa: the institution of the Marjaʻ taqlid Oxford University Press, p.217.
  2. ↑ Ayatollah Mo'asses, Ali Karimi Jahromi, Rasekhoun Publications, 2004.
  3. ↑ Va'ez Khiabani, Contemporary Ulama, p. 331; Jafarian, Pages from the History of the Qom Seminary, p. 15.
  4. ↑ Razavi (2004). "Qom Seminary: From Origins to the Ninth Century". Encyclopedia of the Islamic World.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Qom Seminary.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan