| Selat Sele | |
|---|---|
| Letak | Papua Barat Daya, Indonesia |
| Koordinat | 1°04′12″S 131°13′21″E / 1.07000°S 131.22250°E / -1.07000; 131.22250 |
| Jenis perairan | Selat |
| Bagian dari | Laut Seram |
| Kedalaman rata-rata | 90 m (300 ft) |
| Kepulauan | Salawati, Katimin, Meoskapal, Jefasim |
Selat Sele adalah selat di Provinsi Papua Barat Daya yang memisahkan Semenanjung Kepala Burung dengan Pulau Salawati. Perairan ini berfungsi sebagai jalur strategis transportasi dan penghubung ke Kepulauan Raja Ampat.
Karakteristik fisik dan struktur geologi
Kedalaman selat mencapai sekitar 90 meter dengan dinamika pasang surut dan gelombang yang dipengaruhi angin. Secara geologis, wilayah ini dilintasi Sistem Sesar Sorong serta didominasi formasi aluvium, rawa bakau, dan Konglomerat Sele.
Signifikansi ekonomi dan navigasi
Selat Sele berbatasan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong di Mayamuk dan diproyeksikan untuk pengembangan pelabuhan internasional serta distribusi minyak mentah. Navigasi dipantau ketat oleh Pushidrosal demi keselamatan pelayaran.
Referensi
Daftar pustaka
- Batubara, J. (2022). Coal Quality Review Survey Sorong Regency West Papua Province.
- Sari, Amelia Rahma Tsabita, dkk. (2026). "Pemodelan Arus Pasang Surut dan Gelombang 2D Menggunakan Metode Numerik Hydrodynamic Module FM dan Spectral Wave Module Mike 21 di Perairan Pelabuhan Sorong, Selat Sele Bulan Januari Tahun 2024". Jurnal Hidrografi Indonesia, 8(1).