Sejarah Islam diyakini oleh para sejarawan, bermula dari misi nabi Islam Muhammad di Makkah dan Madinah pada awal abad ke-7 M, meskipun kaum Muslim memandang masa ini sebagai kembalinya kepada agama asli yang diwariskan oleh para nabi Abrahamik, seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, dan Isa, dengan ketundukan kepada kehendak Allah. Kajian mengenai sejarah Islam awal—yang mencakup periode hingga kebangkitan Abbasiyah—yang didasarkan pada data objektif yang tidak memadai, dan dikombinasikan dengan berbagai pendekatan metodologis terhadap sumber-sumber tradisional, telah melahirkan tesis-tesis sejarah revisionis. Tesis-tesis ini menantang narasi (konservatif) bahwa agama tersebut berasal dari satu akar dan menyebar ke berbagai wilayah; sebaliknya, tesis tersebut mengusulkan bahwa kisah tersebut merupakan konstruksi yang dibangun secara retrospektif dengan menyusun unsur-unsur yang berkembang di berbagai tempat—seperti teks, aturan hukum, silsilah, dan anekdot—dan menyatakan bahwa sejarah sebenarnya paling baik dijelaskan melalui model evolusioner-sinkretis dengan berbagai nuansa.
Sejarah Islam
aspek sejarah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia