Rabu, 04 November 2026
10:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sciaenops ocellatus

Sciaenops ocellatus

Bagikan:
Sciaenops ocellatus
250px-Redfish_or_Red_drum.webp?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Red drum
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Acanthuriformes
Famili: Sciaenidae
Genus: Sciaenops
Gill, 1863
Spesies:
S. ocellatus
Nama binomial
Sciaenops ocellatus
(Linnaeus, 1766)

Red drum (Sciaenops ocellatus), juga dikenal sebagai redfish, channel bass, puppy drum, spottail bass, atau singkatnya red, adalah sebuah ikan pancing yang ditemukan di Samudra Pasifik dari Massachusetts sampai Florida dan Teluk Meksiko dari Florida sampai utara Meksiko.[2] Spesies tersebut adalah satu-satunya spesies dalam genus Sciaenops.

Red drum berkerabat dengan black drum (Pogonias cromis), dan dua spesies tersebut sering ditemukan berdekatan satu sama lain; mereka dapat saling membuahi dan membentuk sebuah hibrida.[3]

Referensi

  1. ↑ Chao, L. (2020). "Sciaenops ocellatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T193270A82667516. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T193270A82667516.en. Diakses tanggal 3 Desember 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sciaenops ocellatus, Froese, R. and D. Pauly. Editors. 2009.FishBase. World Wide Web electronic publication. www.fishbase.org, version (07/2009). http://www.fishbase.org/Summary/SpeciesSummary.php?id=425
  3. ↑ A Comparison of Black Drum, Red Drum, and their Hybrid in Saltwater Pond Culture Anne Henderson-Arzapalo, Robert L. Colura, Anthony F. Maciorowski, Journal of the World Aquaculture Society Volume 25 Issue 2, Pages 289 – 296

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan