Selasa, 22 September 2026
16:39 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Skapus

Skapus

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juli 2025)
960px-Insect_antennae.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram tipe antena serangga. Scapus (scape) adalah segmen paling dasar yang menghubungkan antena ke kepala.


Scapus atau skapus adalah bagian pertama (proksimal) dari antena pada serangga dan beberapa arthropoda lainnya. Struktur ini merupakan satu dari tiga segmen utama antena: scapus, pedicel, dan flagelum. Dalam banyak kelompok serangga, scapus berfungsi sebagai titik engsel yang menghubungkan antena dengan bagian kepala, dan berperan penting dalam pergerakan serta orientasi sensorik antena.

Struktur dan fungsi

Scapus umumnya lebih besar dan tebal dibandingkan segmen antena lainnya. Ia melekat pada soket antena (antennal socket) melalui membran fleksibel yang disebut torulus. Gerakan scapus dikendalikan oleh otot-otot yang terhubung langsung ke kepala, memungkinkan antena berputar atau digerakkan ke berbagai arah.

Pedicel dan flagelum biasanya tidak memiliki otot internal dan hanya digerakkan secara pasif melalui sendi dan pergerakan scapus.[1]

Peran dalam sistem sensorik

Scapus sering kali dilengkapi dengan sensila, yaitu struktur sensorik halus yang memungkinkan serangga mendeteksi perubahan lingkungan, seperti gerakan udara, getaran, bau, dan kelembapan. Kombinasi antara scapus dan pedicel sangat penting dalam fungsi organ Johnston, struktur sensorik kompleks yang terdapat pada pedicel serangga seperti lalat dan nyamuk.[2]

Variasi morfologi

Bentuk dan ukuran scapus dapat sangat bervariasi antar kelompok serangga. Misalnya, pada semut jantan (Formicidae), scapus relatif pendek, sementara pada semut pekerja sering kali memanjang untuk meningkatkan kepekaan sensorik. Variasi ini sering digunakan sebagai ciri taksonomi dalam identifikasi spesies serangga, terutama dalam ordo seperti Hymenoptera dan Coleoptera.

Etimologi

Kata "scapus" berasal dari bahasa Latin yang berarti "batang" atau "poros". Dalam bahasa zoologi, istilah ini telah digunakan sejak abad ke-19 untuk menggambarkan segmen basal antena serangga.

Lihat pula

Referensi

  1. Chapman, Alan D. (2013). The Insects: Structure and Function (Edisi 5th). Cambridge University Press. hlm. 76–78. ISBN 978-1107668188.
  2. Yack, Jayne E. (2002). "The structure and function of auditory chordotonal organs in insects". Microscopy Research and Technique. 56 (5): 313–322. doi:10.1002/jemt.10041.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan