Jumat, 30 Oktober 2026
20:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sachsen-Gotha-Altenburg

Sachsen-Gotha-Altenburg

Bagikan:
Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg
Herzogtum Sachsen-Gotha-Altenburg
1680–1826
Bendera Sachsen-Gotha-Altenburg
Bendera
Lambang Sachsen-Gotha-Altenburg
Lambang
Wilayah Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg di dalam Kadipaten-kadipaten Ernestine di Thuringia,sebelum 1826
Wilayah Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg di dalam Kadipaten-kadipaten Ernestine di Thuringia,sebelum 1826
StatusNegara dalam Kekaisaran Romawi Suci,
Negara dalam Konfederasi Rhein,
Negara dalam Konfederasi Jerman
Ibu kotaGotha
PemerintahanKepangeranan
Era SejarahPeriode Eropa Modern Awal
• Penyatuan Sachsen-Gotha
    dan Sachsen-Altenburg
 
1672
• Kadipaten didirikan
1680
• Terbagi ke dalam
    Sachsen-Coburg-Saalfeld
    and
    dan Sachsen-Hildburghausen
1826
Didahului olehDigantikan oleh
Sachsen-Gotha
Sachsen-Altenburg
Sachsen-Coburg and Gotha
Sachsen-Hildburghausen

Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg (bahasa Jerman: [Sachsen-Gotha-Altenburg] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah salah satu anggota Kadipaten-kadipaten Ernestine (Saxon) yang dikuasai oleh Wangsa Wettin. Wilayahnya menempati wilayah negara bagian Thuringia, Jerman pada masa kini.

Kadipaten ini didirikan pada tahun 1672 ketika Frederick William III, meninggal Ernest Sang Alim, Adipati Sachsen-Gotha (yang menikah dengan sepupu Frederick William, Putri Elisabeth Sophie) mewarisi sebagian besar wilayah yang ditinggalkan oleh Frederick William III. Hal mengenai penggabungan dan pemisahan ini sudah biasa terjadi di kadipaten-kadipaten anggota Kadipaten Ernestine. Kadipaten yang tergabung ini terbagi kembali setelah kematian dari Ernest I pada tahun 1675 dan Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg dikuasai oleh putra sulungnya, Frederick. Pusat aktivitas kadipaten pada masa ini berada di dua tempat, yakni di Gotha dan Altenburg.

Adipati Frederick menjalankan kekuasaannya di Istana Friedenstein di Gotha. Ia secara tegas mempertahankan garis keturunannya melalui penerapan dari hak primogenitur (hak anak sulung) pada tahun 1685. Meskipun begitu, ketika adipati terakhir Emil August dan adiknya Frederick IV, keduanya meninggal tanpa memiliki permaisuri maka dinasti Saxe-Gotha and Altenburg mengalami kesudahan pada tahun 1825.

Sebagai hasil dari keputusan dari Raja Frederick Augustus I dari Saxony di 1826, Kadipaten Ernestine disusun kembali dan Kadipaten Sachsen-Gotha-Altenburg mengalami pembagian wilayah:

Setelah Revolusi Jerman 1918–1919, semua bagian dari kadipaten ini bergabung ke negara baru Thuringia pada tahun 1920.

Adipati Sachsen-Gotha-Altenburg

Kadipaten lalu terbagi ke Kadipaten Sachsen-Coburg-Saalfeld dan Kadipaten Sachsen-Hildburghausen.

Referensi

  • Andreas Klinger: Der Gothaer Fürstenstaat. Herrschaft, Konfession und Dynastie unter Herzog Ernst dem Frommen, Husum 2002, ISBN 3-7868-1469-4.

Lihat Juga

Kadipaten Ernestine setelah Divisi Erfurt (1572)
Photograph of the Ernestine coat of arms on a boundary stone
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan