Kamis, 01 Oktober 2026
06:40 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Cupressus sempervirens

Cupressus sempervirens

Bagikan:
Cupressus sempervirens
Perau mediterania
250px-Cypress.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cypress (Cupressus sempervirens)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Cupressus
Spesies:
C. sempervirens
Nama binomial
Cupressus sempervirens

Cupressus sempervirens atau perau mediterania (; bahasa Inggris:Mediterranean cypress atau Italian cypress,[1] Tuscan cypress, graveyard cypress, atau pencil pine) adalah suatu spesies dari genus Cupressus, tumbuhan asli dari daerah timur Laut Tengah, Libya timur laut, Albania selatan, pantai selatan Croatia (Dalmatia), Yunani tenggara (Kreta, Rhodes), Turki selatan, Siprus, Mesir utara, western Syria barat, Libanon, Israel, Malta, Italia, Yordania barat, dan juga disjunct population di Iran.

C. sempervirens merupakan pohon konifer dari ordo Pinales berukuran sedang dan selalu hijau. Tingginya mencapai 35 m (115 kaki), dengan pucuk kerucut, dahan-dahan yang merata dan cabang-cabang kecil yang menggantung lepas.[2] Usianya sangat panjang, sejumlah pohon dikabarkan berusia lebih dari 1000 tahun.

250px-Med_Cypress.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun dan bunga saru mediterania

Pohon perau kuno di Iran

250px-Cypress_of_Abarqu.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon perau mediterania berusia 4000 tahun (Cypress of Abarqu, Iran.

Perau mediterania, Cupressus sempervirens, merupakan pilihan utama untuk taman-taman di Iran. Dalam semua Taman Persia terkenal, seperti Fin Garden, Mahaan, Dowlat-Abad, dan lain-lain, pohon ini berperan penting dalam desainnya. Pohon perau mediterania tertua adalah Sarv-e-Abarkooh ("Sanobar Abarqu";Cypress of Abarqu) di provinsi Yazd, Iran. Usianya diperkirakan sekitar 4.000 tahun.[3]

Simbolisme

250px-Vincent_Van_Gogh_0016.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cypresses (1889) karya Vincent van Gogh, Saint-Rémy-de-Provence
250px-Cupressus_sempervirens_Stricta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fastigiate Mediterranean cypress Cupressus sempervirens 'Stricta', ditanam di Hawaii

Dalam karya klasik kuno, pohon perau merupakan lambang "kedukaan" dan pada zaman modern tetap menjadi pohon utama di kuburan baik di dunia Muslim dan Eropa. Dalam tradisi klasik, pohon saru dikaitkan dengan kematian dan dunia bawah dalam mitologi Yunani, karena pohon ini gagal untuk tumbuh kembali bila dipotong terlalu banyak. Rumah-rumah di Atena yang sedang berkabung dihiasi dengan cabang berdaun pohon saru.[4] Perau digunakan untuk membersihkan udara pada saat kremasi.[5] Merupakan tumbuhan yang cocok untuk membuat rangkaian bunga melingkar (wreath) untuk menghiasi patung-patung dewa Pluto, penguasa dunia bawah dalam mitologi.[6]

Referensi

  1. ↑ "BSBI List 2007". Botanical Society of Britain and Ireland. Diarsipkan dari asli (xls) tanggal 2015-01-25. Diakses tanggal 2014-10-17.
  2. ↑ See also Uses section for the differing cultivated variants
  3. ↑ Craig Glenday, ed. (2011). Guinness World Records.
  4. ↑ Servius, catatan atas tulisan Vergil Aeneid 3.680.
  5. ↑ Isidore of Seville, Etymologiae 17.7.34.
  6. ↑ Natalis Comes, Mythologiae 2.9.

Pustaka

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cupressus sempervirens.
  • Farjon, A. 2013 Cupressus sempervirens. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.2
  • Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN 1-84246-068-4.
  • Zsolt Debreczy, Istvan Racz (2012). Kathy Musial (ed.). Conifers Around the World (Edisi 1st). DendroPress. hlm. 1089. ISBN 9632190610.
Cupressus sempervirens
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan