Kamis, 24 September 2026
19:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Sandy Tyas

Sandy Tyas (17 April 1939  1 Maret 2009) adalah sutradara dan pengarah acara televisi. Ia dapat dianggap sebagai pelopor sinema elektronik (sinetron) melalui kiprahnya di TVRI, sebagai satu-satunya stasiun televisi hingga awal 1990-an di Indonesia.

Sandy adalah anak ke-2 dari tiga bersaudara pasangan Harun Dwidjosoemarto dan Aminah. Ayahnya adalah seorang deklamator yang fasih menyanyikan puisi-puisi Jawa (macapat). Setamatnya SMA bagian A (ilmu-ilmu sosial) tahun 1959 ia meneruskan studi ke Fakultas Sastra dan Sekolah Perhotelan/Pariwisata. Sejak tahun 1955 ia membantu RRI Semarang, kemudian pada tahun 1961 pindah menjadi penyiar RRI Jakarta. Mulai tahun 1964 ia menjadi penyiar dan wartawan TVRI. Pengetahuan pertelevisian pernah didalaminya di Jerman Barat (1968-1970).

Sandy Tyas adalah pengarah acara (sutradara televisi) untuk berbagai acara kesenian di TVRI, termasuk beberapa sandiwara populer. Semasa ia menjadi Kepala Subdit Program Drama di TVRI, ia melakukan dobrakan dengan melakukan syuting di luar studio. Dari binaannya muncul, antara lain, nama Irwinsyah (alm), dan Dedi Setiadi.

Ia wafat pada pukul 16.00 WIB, 1 Maret 2009, setelah dirawat selama tiga minggu di RS Fatmawati, Jakarta karena diabetes dan komplikasi yang menyertainya. Jenazahnya dikebumikan keesokan harinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Sandy meninggalkan seorang isteri, empat anak, dan tiga orang cucu.

Rujukan


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan