Senin, 26 Oktober 2026
17:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sachsen-Lauenburg

Sachsen-Lauenburg

Bagikan:
Kadipaten Sachsen-Lauenburg
Herzogtum Sachsen-Lauenburg
1296–1803
1814–1876
Bendera Sachsen-Lauenburg
Bendera
Lambang 1507–1671 Sachsen-Lauenburg
Lambang 1507–1671
Sachsen-Lauenburg tahun 1848
Sachsen-Lauenburg tahun 1848
StatusNegara bagian Kekaisaran Romawi Suci
Negara bagian Konfederasi Jerman
Negara bagian Konfederasi Jerman Utara
Negara bagian Kekaisaran Jerman
Ibu kotaLauenburg di Elbe (hingga 1619)
Ratzeburg (dari tahun 1619)
PemerintahanMonarki absolut
Era SejarahAbad Pertengahan
• Dipecah dari
    Kadipaten Sachsen
1296
• Dipecah menjadi
    Sachsen-Mölln-Bergedorf
    dan Sachsen-Ratzeburg


1303–1401
• Uni personal:
     - dengan Lüneburg-Celle
     - dengan Elektorat Hannover

1689–1705
1705–1803
• Dibubarkan selama
    Peperangan era Napoleon

1803–1814
• Uni personal:
     - dengan Denmark
     - dengan Prusia

1814–1864
1865–1876
• Digabung dengan Prusia
1876
Didahului olehDigantikan oleh
Duchy of Saxony Kadipaten Sachsen
Land Hadeln Hadeln
krjKerajaan
Prusia

Kadipaten Sachsen-Lauenburg (bahasa Jerman:Herzogtum Sachsen-Lauenburg, juga disebut Niedersachsen (Sachsen Hilir) antara abad ke-14 hingga abad ke-17), nantinya juga dikenal dengan nama Kadipaten Lauenburg, adalah kadipaten reichsfrei yang berdiri dari tahun 1296 hingga 1803 dan dari tahun 1814 hingga 1876 di wilayah tenggara Schleswig-Holstein. Pusat wilayahnya terletak di distrik Herzogtum Lauenburg dan awalnya ibu kotanya terletak di Lauenburg/Elbe, walaupun pada tahun 1619 ibu kotanya dipindah ke Ratzeburg.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saxe-Lauenburg.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan