Sabtu, 26 September 2026
17:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Pindad SM2

Pindad SM2

Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Pindad SM2" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
SM2
330px-Spm2_v2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SM2-V1
Jenis Senapan mesin sedang
Negara asal  Indonesia
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Indonesia
Pada perang Konflik Aceh
Sejarah produksi
Perancang PT Pindad
Produsen PT Pindad
Varian SM2-V1 (bipod) dan SM2-V2 (senapan mesin coaxial)
Spesifikasi
Berat 11,6 kg
Panjang 1275 mm
Panjang laras 545 mm
Peluru 7.62 x 51 mm NATO
Kaliber 7,62 mm (.308 in)
Mekanisme Operasi gas piston panjang
Rata² tembakan 650–1000 butir/menit
Jarak efektif 1.000 m
Amunisi Sabuk/rantai

SM2 sering disebut GPMG (singkatan dari General Purpose Machine Gun atau Senapan Mesin Serba Guna) adalah senapan mesin sedang buatan PT Pindad Bandung, Indonesia. Senapan ini dibuat berdasarkan senapan mesin FN MAG, atas lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia. Senapan ini merupakan senapan mesin standar TNI yang banyak terlihat digunakan di kendaraan-kendaraan tempur TNI maupun dibawa oleh infanteri. Biasanya, dalam modernisasi kendaraan tempur Indonesia, selain mengganti spesifikasi kendaraan tersebut juga dengan mengganti senjata sekundernya dengan senapan mesin ini.

Senapan mesin ini menggunakan peluru kaliber 7.62 x 51 mm, sedangkan dimensinya bergantung variannya. Terdapat dua varian yaitu varian SM2-V1 dengan bipod (kaki dua) terintegrasi. Dengan panjang total 1275 mm dan berat 11,6 kg (sudah termasuk popor dan bipod). Penggantian laras senjata dapat dilakukan dengan mudah oleh satu orang personil.[1] Yang kedua adalah varian V2 yang dimodifikasi untuk kebutuhan khusus sebagai coaxial gun. Popor dihilangkan dan mekanisme picu diubah ke bagian belakang senjata seperti pada M2 Browning. Seperti varian V1, SM2-V2 memiliki jarak efektif 1000 meter serta menggunakan sistem link belt. Namun, varian ini memiliki rate of fire yang lebih tinggi yakni 700 sampai dengan 1200 peluru per menit. Lebih pendek yaitu hanya 1070 mm dengan berat (ditambah coaxial) 12 kg.[2]

Galeri

250px-Pindad_SM2-V1_at_Indo_Defence_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pindad SM2-V1 dijajakan di stan Defend ID pada acara Indo Defence 2024, terlihat senapan mesin ini dilengkapi rel picatinny yang memudahkan pemasangan aksesoris penunjang seperti alat bidik optik dari berbagai jenis.
250px-SM2_V2_buatan_Pindad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pindad SM2-V2, varian coaxical gun.

Pengguna

250px-Indonesian_Army_tank_crew_waving_from_a_Leopard_2RI_during_the_79th_TNI_Anniversary_parade_%282024%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menggunakan Pindad SM2-V2 yang terpasang pada Leopard 2RI.
250px-APR1V1_at_shooting_practice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pindad SM2-V1 terpasang di kendaraan taktis APR.

 Indonesia: Digunakan sebagai senapan mesin serba guna standar TNI.

Referensi

  1. ↑ "PT. Pindad (Persero) - SM2 V1 Kal.7.62 mm". pindad.com. Diakses tanggal 2020-01-15.
  2. ↑ "PT. Pindad (Persero) - SM2 V2 Kal. 7.62mm". pindad.com. Diakses tanggal 2020-01-15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan