Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Rusdy Rukmarata (6 Agustus 1962 – 19 April 2023) adalah pendiri, penari, dan koreografer Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI)[1] dan pandita utama dari Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI). Ia adalah suami dari Aiko Senosoenoto dan ayah dari empat anak, yakni Ken Miki Andhita, aktris Ken Nala Amrytha,[2] Ken Amara Rakasena, dan Ken Samsara Ajisiwi.[3][4]
Rusdy menggeluti tari sejak era 1980-an. Karya-karya Rusdy sudah dipentaskan di berbagai belahan dunia, seperti Belanda, Prancis, Spanyol, Inggris, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Tidak sedikit dari pementasan itu yang dilakukan dalam event besar yang diikuti ratusan negara. Salah satunya ialah pementasan di Spanyol yang berlangsung dalam event pembangunan berkelanjutan. Lewat tariannya pula pendiri Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company tersebut menyebarkan semangat positif bagi anak muda.[5]
Rujukan
- ↑ Aziz, Nuraki (8 Januari 2009). "Penyesuaian penting bagi seniman". BBC Indonesia. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
- ↑ Radius, Dwi Bayu (12 Februari 2023). "Nala Amrytha Menepis Stigma Sang Penerus". Kompas.id. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
- ↑ Suwarna, Budi; Radius, Dwi Bayu; Tunggal, Nawa (19 April 2023). "Rusdy Rukmarata, Pendiri EKI Dance yang Berdedikasi, Tutup Usia". Kompas.id. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pendiri EKI Dance Company, Rusdy Rukmarata Meninggal, Gigih Berkarya dalam Perawatan Stroke". Tempo.co. 19 April 2023. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Penyesuaian penting bagi seniman". Media Indonesia. 21 Juli 2016. Diakses tanggal 26 Mei 2026.