Selasa, 27 Oktober 2026
06:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Rumah candu

Rumah candu

tempat di mana opium dijual dan dikonsumsi

Bagikan:
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Opiumschuiven_Bali_TMnr_10012178.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah candu di Bali, 1941.

Rumah candu adalah sebuah tempat di mana opium dijual dan dihisap. Rumah candu tersebar luas di berbagai belahan dunia pada abad ke-19, terutama di Tiongkok, Asia Tenggara, Amerika Utara, dan Prancis. Di seluruh Barat, rumah candu sering dikunjungi dan diasosiasikan dengan orang Tionghoa karena tempat-tempat tersebut biasanya dijalankan oleh kelompok Tionghoa yang memasok opium dan menyiapkannya bagi pengunjung non-Tionghoa. Sebagian besar rumah candu menyimpan perlengkapan opium seperti pipa dan lampu yang diperlukan untuk menghisap zat tersebut. Para pengunjung biasanya berbaring sambil memegang pipa opium panjang di atas lampu minyak yang memanaskan opium hingga menguap, sehingga asapnya dapat dihirup. Rumah candu di Tiongkok dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat, dan kemewahan atau kesederhanaannya mencerminkan kemampuan finansial para pengunjung. Di kawasan perkotaan Amerika Serikat, khususnya di Pantai Barat, terdapat rumah candu yang menyaingi kemewahan terbaik di Tiongkok, lengkap dengan perabot mewah dan pelayan perempuan. Bagi kelas pekerja, terdapat banyak rumah candu sederhana dengan perabotan yang minim.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Opium dens.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan