Sabtu, 03 Oktober 2026
20:28 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Ruangan Tionghoa

Bagikan:

Argumen Ruangan Tionghoa adalah percobaan pikiran yang diajukan oleh John Searle untuk menentang gagasan bahwa komputer dapat memiliki "budi" dan "kesadaran" layaknya manusia. Searle mengajak pembaca untuk "membayangkan bahwa saya terkunci di sebuah ruangan dan ... saya tidak bisa bahasa Tionghoa, baik tertulis maupun lisan." Ia mengasumsikan bahwa ia punya serangkaian peraturan dalam bahasa Inggris yang "memampukan saya untuk mengaitkan serangkaian simbol resmi dengan rangkaian simbol resmi lain" (karakter Tionghoa). Peraturan tersebut memampukannya untuk menanggapi pertanyaan dalam bahasa Tionghoa sehingga orang yang mengajukan pertanyaan tersebut yakin bahwa Searle dapat memahami bahasa Tionghoa juga, meskipun ia sebenarnya tidak. Dari sini, Searle menekankan bahwa jika ada program komputer yang dapat melakukan perbincangan dalam bahasa Tionghoa, komputer tersebut juga sebenarnya tidak memahami perbincangan tersebut.

Argumen ini pertama kali muncul di artikel Searle yang berjudul "Minds, Brains, and Programs", yang diterbitkan di Behavioral and Brain Sciences pada tahun 1980.

Tanggapan

Sistem kecerdasan buatan yang ada dalam percobaan ini harus sekompleks otak manusia agar dapat bekerja. Menurut filsuf Daniel Dennett, program yang telah melewati tes Turing adalah program yang "sangat luwes, canggih, dan berlapis-lapis, penuh dengan 'pengetahuan dunia' dan meta-pengetahuan dan meta-meta pengetahuan".[1]

Catatan kaki

Bacaan lanjut

Wikibooks logo


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan