Selasa, 03 November 2026
16:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Rotor Intermeshing

Rotor Intermeshing

Helikopter dengan dua rotor balik dalam arah yang berlawanan

Bagikan:
330px-HH-43_Huskie_of_IIAF.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Rotor intermeshing pada helikopter adalah seperangkat dua rotor balik dalam arah yang berlawanan, dengan masing-masing tiang rotor dipasang di helikopter dengan sedikit miring ke yang lain, dengan cara melintang simetris, sehingga intermesh bilah baling-baling tidak bertabrakan. Pengaturan ini memungkinkan helikopter untuk berfungsi tanpa perlu pakai rotor ekor. Konfigurasi ini kadang-kadang disebut sebagai suatu synchropter.

Pengaturan ini dikembangkan di Jerman oleh Anton Flettner untuk helikopter perang mini anti-kapal selam, Fl Flettner 265 dan kemudian Flettner Fl 282 Kolibri. Selama Perang Dingin, perusahaan pesawat Amerika Kaman menghasilkan HH-43 Huskie, untuk digunakan sebagai pemadam kebakaran USAF. Salah satunya adalah K-225 Kaman synchropter eksperimental yang dilengkapi dengan mesin turboshaft kecil pada tahun 1951-an, menjadi helikopter jenis turbin bertenaga gas pertama di dunia. Helikopter rotor intermeshing memiliki stabilitas tinggi dan kemampuan mengangkat yang kuat. Yang terbaru adalah Kaman Model K-MAX yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan