Senin, 12 Oktober 2026
18:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Roti kecil

Bagikan:

Roti kecil (Bahasa Melayu: roti kecik) adalah camilan berbentuk lonjong sebesar satu ruas jempol dewasa yang terkenal di Solo. Roti kecil ini terbuat dari campuran tepung beras ketan, telur, dan gula pasir. Teksturnya garing dan renyah, berwarna cokelat dengan rasa manis yang tidak terlalu kuat seperti roti modern. Meskipun tanpa pengawet, roti kecil ini bisa bertahan selama setahun karena proses pembuatannya yang disangrai."[1]

Roti ini telah ada sejak tahun 1881 menurut artikel detikjateng. Sekarang namanya Roti Kecik Ganep. Sejarah roti ini dimulai dari Tjang Tiang San dan Auw Like Nio pada tahun 1881. Generasi ketiga yang mengelola roti ini menemukan nota-nota yang menunjukkan tahun 1881 sebagai awal usaha. Pada brosur-brosur lama, juga tertera tahun 1881. Sampai sekarang, sudah enam generasi yang meneruskan tradisi ini. Saat ini, roti tersebut dikelola oleh Laurensia Liona Suwandito, putri dari Oh Lioe Nio atau Cecilia Maria Purnadi, yang mulai mengelola sejak tahun 2018. [2]

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Pakubowono X, diketahui sangat menyukai roti kecik dan menjadikannya sebagai camilan favoritnya. Menurut informasi dari Solopos.com, outlet Roti Ganep selalu ramai dengan pembeli. Ada tester yang disiapkan untuk pelanggan mencoba produk. Saat masuk ke bagian dapur, alat-alat untuk membuat berbagai jenis roti selalu aktif dan mengeluarkan asap. Para pekerja sibuk dengan tugas masing-masing. Emi menjelaskan bahwa alat-alat tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Referensi

  1. ↑ Wibowo, Galih Aprilia (2023-07-24WIB17:23:12+00:00). "Bertahan 142 Tahun, Roti Kecik Ternyata Jadi Camilan Favorit Pakubuwono X". Solopos.com. Diakses tanggal 2024-06-08.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Bagus, Kartika. "Roti Legendaris di Solo Ini Konon Sudah Ada Sejak Abad 18". detikjateng. Diakses tanggal 2024-06-08.


Ikon rintisan

Artikel bertopik roti ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan