Rabu, 21 Oktober 2026
03:23 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Robert Ritter

Robert Ritter

Bagikan:
Robert Ritter
250px-Bundesarchiv_R_165_Bild-244-71%2C_Dr._Robert_Ritter_mit_alter_Frau_und_Polizist.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Robert Ritter (paling kanan) pada tahun 1936, sedang berbicara dengan seorang wanita Romani.
Lahir(1901-05-14)14 Mei 1901
Meninggal15 April 1951(1951-04-15) (umur 49)
AlmamaterUniversitas Ludwig Maximilian München
Karier ilmiah
DisertasiVersuch einer Sexualpädagogik auf psychologischer Grundlage (1927)

Robert Ritter (14 Mei 1901 – 15 April 1951) adalah seorang ilmuwan rasial berkebangsaan Jerman. Ia merupakan doktor dalam bidang psikologi dan kedokteran dengan latar belakang dalam psikiatri anak dan biologi kriminalitas. Pada tahun 1936, Ritter diangkat menjadi kepala Unit Penelitian Higiene Rasial dan Biologi Demografi Kepolisian Kriminal Jerman Nazi, untuk menetapkan sejarah silsilah "Gipsi" Jerman, baik Roma maupun Sinti, dan menjadi "arsitek eksperimen yang dialami Roma dan Sinti."[1] "Penelitian" pseudo-ilmiahnya dalam mengklasifikasikan populasi Jerman ini membantu pemerintah Nazi dalam penganiayaan sistematis terhadap mereka untuk mencapai tujuan "kemurnian ras".

Referensi

  1. ↑ The Guardian, 27 October 2019 nazi directives accounts and directives go on display
  • Crowe, David M. (1994). A History of the Gypsies of Eastern Europe and Russia. New York: St. Martin's Press.
  • Kenrick, Donald; Puxon, Grattan (2009). Gypsies Under the Swastika. University of Hertfordshire Press.
  • Friedlander, Henry (1989). The Origins of Nazi Genocide: From Euthanasia to the Final Solution. Chapel Hill: University of North Carolina.
  • Lewy, Guenter (1999). "Himmler and the 'Racially Pure Gypsies'". Journal of Contemporary History vol. 34, no. 2, pp. 201–214.
  • Lewy, Guenter (2000). Nazi Persecution of the Gypsies. Oxford/New York: Oxford University Press.
  • Milton, Sybil (1994). "Holocaust: The Gypsies", pp. 209–265. Genocide in the Twentieth Century, eds. William S. Parsons, Israel W. Charny, Samuel Totten. Garland Publishing.
  • Schmidt-Degenhard, Tobias Joachim (2008). Robert Ritter 1901–1951: Zu Leben und Werk des NS-"Zigeunerforschers". University of Tübingen.
  • Tebbutt, Susan (1998). Sinti and Roma: Gypsies in German-Speaking Society and Literature. Berghahn Books.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan