Senin, 19 Oktober 2026
03:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Robert Kuok

Bagikan:
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
Robert Kuok Hock Nien
郭鶴年
Lahir6 Oktober 1923 (umur 103)
Johor Bahru, Johor, Malaysia
Nama lainChing Ching
KewarganegaraanMalaysia[1]
PekerjaanKetua Shangri-La Hotels and Resorts Chain
Pasangan menikahHo Poh Lin, 謝碧蓉
Anakdelapan[1]

Robert Kuok Hock Nien (Hanzi tradisional:郭鶴年; Hanzi sederhana:郭鹤年; Pinyin:Guō Hènián, born 6 October 1923 in Johor Bahru, Johor), adalah seorang pengusaha Tionghoa-Malaysia berpengaruh. Menurut Forbes, ia memiliki anggaran sekitar $14.7 miliar pada bulan Februari 2012, menjadikannya orang terkaya di Malaysia[1][2] dan terkaya kedua di Asia Tenggara setelah Dhanin Chearavanont dari Thailand. Menurut Daftar Miliuner Dunia Forbes 2015, Robert Kuok menempati urutan ke-110.[3] Pada Desember 2012, menurut Indeks Miliuner Bloomberg, Kuok memiliki anggaran sebesar 17.3 miliar yang menjadikannya orang terkaya ke-40 di dunia.[4] Ia menjadi orang terkaya di Malaysia, melalui induk perusahannya, Kuok Group,[5][6] dengan bidang bisnis yang beragam beragam mulai dari pabrik gula, tepung, minyak, pertambangan, hotel, kelapa sawit, angkutan, properti dan media yang tersebar di berbagai negara, seperti Singapura, Philipina, Thailand, Indonesia, China, Fiji dan Australia.

Riwayat Hidup

Orang tuannya berasal dari daerah Fujian, China, mereka bermigrasi ke Malaya. Robert Kuok dilahirkan pada 6 Oktober 1923 di Johor Bahru, Malaysia, ia merupakan anak paling bungsu dari tiga bersaudara. Pada masa mudanya, ia pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan Jepang, Mitsubishi Shoji Kaisha pada masa Perang Dunia II, antara tahun 1942 hingga 1945 di Singapura. Setelah perang usai, ia pulang ke Johor Bahru untuk melanjutkan usaha keluarganya. Pada 1948, ayahnya meninggal dunia, ia bersama dengan dua orang saudaranya dan saudara sepupunya, Kuok Hock Chin mendirikan Kuok Brothers Sdn Bhd pada 1949. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan komoditas pertanian. Hubungannya dengan perusahaan Jepang yang ia kenal sebelumnya berlanjut hingga kemerdekaan Malaysia pada 1959. Ia mendirikan Pabrik gula Malaysia bersama mereka. Pabrik gulanya berkembang pesat hingga menguasai 80% pasar gula di Malaysia dan mendapat julukan “Raja Gula Asia”.

Pada 1971, ia merambah ke bidang perhotelan dengan membangun Hotel Shangri-La di Singapura, dilanjutkan dengan pembangunan hotel kedua, Kowloon Shangri-La di tepi pantai reklamasi di daerah Tsim Sha Tsui East waterfront pada 1977. Bisnisnya di China juga termasuk pabrik pengemasan botol Coca cola dan properti Beijing World Trade Centre. Di bidang angkutan ia memiliki Malaysian Bulk Carriers Berhad dan Transmile Group. Ia bersama keponakannya Kuok Khoon Hong juga menjalankan Wilmar International,[7] salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia. Sedangkan dibidang media, ia memiliki koran South China Morning Post.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan