Sabtu, 24 Oktober 2026
10:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Rituksimab

Rituksimab

senyawa kimia

Bagikan:
Rituksimab
330px-Rituximab.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Antibodi monoklonal
JenisWhole antibody
SumberTemplat:Infobox drug/mab source
TargetCD20
Data klinis
Nama dagangEdditux, Rituxan, Rituxikal, MabThera, Truxima, dan lain-lain[1]
Nama lainrituximab-abbs, rituximab-pvvr
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa607038
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Melalui infus
Kelas obatAntibodi monoklonal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas100% (Infus)
Waktu paruh eliminasi30 hingga 400 jam (tergantung dosis dan waktu pengobatan)
EkskresiTidak tentu: mungkin melalui fagositosis dan katabolisme dalam RES
Pengenal
Nomor CAS
DrugBank
ChemSpider
  • none
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.224.382 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC6416H9874N1688O1987S44
Massa molar143859.7 g/mol
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Rituximab, yang juga dipasarkan dengan nama Rituxan, adalah obat infus yang digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun dan beberapa jenis kanker.[3] Obat ini bekerja dengan cara menghabiskan sel darah yang mengalami gangguan sehingga dapat menekan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gangguan sel tersebut.[4] Rituximab termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia sebagai salah satu obat paling aman dan efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[5]

Penggunaan

Rituximab digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker seperti kanker kelenjar getah bening dan kanker darah. Selain itu, rituximab juga digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.[4] Ada beberapa kasus yang melaporkan bahwa rituximab dapat berperan dalam transplantasi organ. Pada transplantasi organ, antibodi akan berusaha menghancurkan organ baru tersebut yang dianggap sebagai "benda asing" dan rituximab dikatakan dapat menjadi alternatif untuk menghadapi hal tersebut.[6]

Penggunaan rituximab hanya tersedia dalam bentuk infus.[3][4]

Referensi

  1. ↑ "International brand names for rituximab" (dalam bahasa Inggris). Drugs.com. Diarsipkan dari asli tanggal 22 April 2016. Diakses tanggal 20 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Rituximab Use During Pregnancy". Drugs.com. 16 Desember 2019. Diakses tanggal 2 Februari 2020.
  3. 1 2 "Rituximab". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Maret 2016. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  4. 1 2 3 "Rituximab" (dalam bahasa Indonesia). Alo Dokter. Diakses tanggal 20 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  6. ↑ Yolanda T Becker (Agustus 2016). "The Emerging Role of Rituximab in Organ Transplantation" (dalam bahasa Inggris). U.S. National Library of Medicine. Diakses tanggal 20 Maret 2020.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan