Sabtu, 24 Oktober 2026
15:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Richard Boyd

Bagikan:

Richard Newell Boyd (19 Mei 1942 – 20 Februari 2021)[1] adalah seorang filsuf Amerika yang menghabiskan sebagian besar kariernya mengajar filsafat di Cornell University, tempat ia menjabat sebagai Susan Linn Sage Professor of Philosophy and Humane Letters. Ia mengkhususkan diri dalam epistemologi, filsafat sains, bahasa, dan pikiran.[2]

Pendidikan dan karier

Boyd menjadi tertarik pada filsafat sains selama studi sarjananya sebagai mahasiswa matematika di Institut Teknologi Massachusetts, tempat ia meraih gelar S.B. pada 1963.[1] Di institusi yang sama, di bawah arahan Richard Cartwright, ia memperoleh gelar Ph.D. pada 1970 dengan disertasi doktoral dalam logika matematika berjudul A Recursion-Theoretic Characterization of the Ramified Analytical Hierarchy. Ia juga ikut menulis makalah tahun 1969 dengan judul yang sama bersama Gustav Hensel dan Hilary Putnam.[3]

Setelah mengajar di Universitas Harvard, Universitas Michigan, Ann Arbor, dan Universitas California, Berkeley, Boyd mulai mengajar pada 1972 di Sage School of Philosophy, Cornell University.[butuh rujukan] Pada 1981 ia diangkat sebagai Susan Linn Sage Professor of Philosophy di sana, posisi yang ia pegang hingga pensiun sebagai profesor emeritus pada 2017.[2]

Boyd juga memegang posisi sebagai profesor tamu di Claremont-McKenna College (2012),[4] University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru (2016),[butuh rujukan] dan Universitas Melbourne di Melbourne, Victoria, Australia.[5] Setelah pensiun dari Cornell, ia juga mengajar di Lewis & Clark College.[2]

Karya filsafat

Boyd dikenal terutama atas argumentasinya yang mendukung realisme ilmiah dan realisme moral.[6] Dalam hal realisme ilmiah, Boyd membela apa yang disebut “argumen mukjizat”, menurutnya apabila teori-teori ilmiah yang berhasil itu “jauh dari kebenaran... maka fakta bahwa teori-teori tersebut begitu berhasil akan merupakan suatu keajaiban. Dan ketika dihadapkan pada pilihan antara penjelasan yang langsung dan penjelasan yang bersifat ajaib, jelas kita harus memilih penjelasan yang tidak ajaib, yaitu bahwa teori-teori terbaik kita kira-kira benar.”[7]

Dalam hal realisme moral, ia merupakan tokoh penting dalam aliran meta-etika yang dikenal sebagai “Cornell Realism.” Menurut pandangan ini, suatu sifat moral seperti “kebaikan” adalah sifat alamiah yang kompleks, tidak dapat diamati secara langsung, namun tetap memiliki profil kausal yang kuat... “‘Kebaikan’ bukan sinonim dari kumpulan klaim yang lebih sederhana dan lebih mudah diamati secara langsung. Sebaliknya, ‘kebaikan’ menggambarkan sifat alamiah yang kompleks secara fungsional, yang merupakan efek dari sebab-sebab tertentu yang khas, dan menjadi sebab bagi efek-efek tertentu yang khas pula.”[8]

Boyd, bersama Hilary Putnam dan Jerry Fodor, juga berpengaruh dalam pengembangan bentuk materialisme anti-reduksionis dalam filsafat pikiran. Menurut pandangan ini, meskipun semua keadaan dan proses psikologis sepenuhnya tersusun dari entitas fisik, “penjelasan, jenis alamiah, dan sifat-sifat dalam psikologi tidak dapat direduksi ke padanan dalam ilmu yang lebih dasar, seperti neurofisiologi atau fisika.”[9]

Referensi

  1. 1 2 Grimm, Linda (2022). Global Leaders Respond to Coup in Myanmar : February 1, February 2, February 26, March 10, March 31, and April 24, 2021. 2455 Teller Road, Thousand Oaks California 91320: CQ Press. hlm. 119–136. ISBN 978-1-0718-5338-2.{{cite book}}: horizontal tab karakter dalam |title= pada posisi 98Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  2. 1 2 3 "RICHARD BOYD Obituary (2021) - Cleveland, OH - Cleveland.com". Legacy.com. Diakses tanggal 2025-11-23.
  3. ↑ Boyd, Richard; Hensel, Gustav; Putnam, Hilary (1969-07). "A Recursion-Theoretic Characterization of the Ramified Analytical Hierarchy". Transactions of the American Mathematical Society. 141: 37. doi:10.2307/1995087.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ "William F. Podlich Distinguished Fellows | Claremont McKenna College". www.cmc.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-23.
  5. ↑ "Ethics in Science". www.uh.edu. Diakses tanggal 2025-11-23.
  6. ↑ Radcliffe, Elizabeth S. (2015-04). "Moral and scientific realism: essays in honor of Richard N. Boyd and Nicholas L. Sturgeon". Philosophical Studies (dalam bahasa Inggris). 172 (4): 841–841. doi:10.1007/s11098-014-0302-3. ISSN 0031-8116.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ Chakravartty, Anjan (2017). Zalta, Edward N. (ed.). Scientific Realism (Edisi Summer 2017). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
  8. ↑ Lutz, Matthew (2024). Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.). Moral Naturalism (Edisi Summer 2024). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
  9. ↑ "Philosophical Studies". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-06-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan