Sabtu, 31 Oktober 2026
13:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kudeta Suriah 1963

Kudeta Suriah 1963

Bagikan:
Kudeta Suriah 1963
ثورة الثامن من آذار
Bagian dari Perang Dingin Arab
330px-Military_Committee_celebrates_1963_coup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para anggota Komite Militer Salim Hatum (kiri), Muhammad Umran (tengah) dan Salah Jadid (kanan) merayakan kesuksesan kudeta tersebut
Tanggal8 Maret 1963
Lokasi
Hasil Lengsernya Nazim al-Kudsi
Permulaan pemerintahan Ba'athis
Pihak yang terlibat
Suriah Pemerintah Suriah Komite Militer Cabang Regional Suriah Partai Ba'ath Sosialis Arab
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Nazim al-Kudsi,
Presiden Suriah
Khalid al-Azm,
Perdana Menteri Suriah
Ziad al-Hariri
Muhammad Umran
Salah Jadid
Hafez al-Assad
Rashid al-Qutayni
Muhammad al-Sufi
Korban jiwa dan kerugian
820 tewas[1]

Kudeta Suriah 1963, yang disebut oleh pemerintah Suriah dengan sebutan Revolusi 8 Maret (bahasa Arab:ثورة الثامن من آذار), adalah perebutan kekuasaan sukses di Suriah yang dilakukan oleh Komite Militer Cabang Regional Suriah Partai Ba'ath Sosialis Arab. Perencanaan dan persekongkolannya terinspirasi oleh kudeta militer sukses yang dilakukan oleh Cabang Regional Irak-nya.

Kudeta tersebut direncanakan oleh komite militer, ketimbang kepemimpinan sipil Partai Ba'ath, tetapi Michel Aflaq, pemimpin partai tersebut, melakukan persekongkolan. Para anggota utama komite militer mengadakan proses perencanaan dan menghasilkan keputusan bahwa yang mengambil kekuasaan adalah Muhammad Umran, Salah Jadid dan Hafez al-Assad. Komite tersebut meraih dukungan dari dua Nasseris, Rashid al-Qutayni dan Muhammad al-Sufi, dan independen Ziad al-Hariri. Kudeta tersebut awalnya direncanakan pada 7 Maret, tetapi ditunda satu hari setelah pemerintah mengendus di mana para persekongkol melakukan perencanaan.

Catatan dan referensi

Catatan

Referensi

  1. ↑ Hopwood 1988, hlm. 45.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan