Rabu, 28 Oktober 2026
13:24 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Revolusi ilmiah

pergerakan revolusi pengetahuan di seluruh dunia

Bagikan:

Revolusi ilmiah adalah masa saat gagasan baru dalam bidang fisika, astronomi, biologi, anatomi manusia, kimia, dan ilmu pengetahuan lain berkembang dengan pesat dan menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.[1] Menurut catatan-catatan, revolusi ini dimulai di Eropa dari masa Renaisans hingga akhir abad ke-18, periode yang dikenal sebagai Abad Pencerahan.

Filsuf dan sejarawan Alexandre Koyré menciptakan istilah revolusi ilmiah pada tahun 1939 untuk menjelaskan masa ini.[2]

Latar belakang

Pada awalnya, penemuan-penemuan besar lahir dari ketidaktahuan.[3] Dari kesadaran dan pengakuan akan ketidaktahuan tersebut, sains modern menjadi lebih lentur dan dinamis, serta mampu untuk membongkar mitos-mitos yang berakar dari tradisi pengetahuan di masa lalu. Dampaknya adalah manusia perlahan-lahan memahami bagaimana dunia bekerja, dan dengan demikian terciptalah teknologi-teknologi baru.[4]

Tokoh penting

Banyak tokoh-tokoh penting revolusi ilmiah bukan profesor universitas atau tidak menduduki posisi akademis. Beberapa tokoh penting dalam bidang ilmu pengetahuan alam misalnya Nicolaus Copernicus, Robert Boyle, Tycho Brahe, Rene Descartes. Sementara dalam bidang sosial ada Baruch de Spinoza, Gottfried Leibniz, John Locke, George Berkeley, Voltaire, Denis Diderot, ataupun Jean-Jacques Rousseau.[5]

Kaitan sains dan teknologi

Sebelum abad ke-15, sains dan teknologi merupakan dua hal yang terpisah, tetapi di abad ke-17, Francis Bacon melakukan hal yang revolusioner dengan memadukan kedua hal tersebut, dan simpul di antara keduanya menjadi semakin menguat pada abad ke-19.[6]

Dinamika

Kejeniusan Copernicus, Charles Darwin, dan Albert Einstein banyak dibicarakan orang banyak, tapi tak seorang pun di antara mereka yang dianggap selalu benar. Mereka semua pernah membuat kesalahan, dan bahkan risalah-risalah saintifik paling terkenal pun pasti mengandung kesalahan dan celah.[7] Sains itu sendiri adalah upaya bersama yang mengandalkan kolaborasi kelembagaan, bukan saintis individual atau satu buku yang tak pernah salah. Lembaga-lembaga saintifik memang mencapai konsensus umum mengenai keakuratan dan kebanaran teori-teori tertentu–seperti mekanika kuantum atau teori evolusi–tapi hanya karena teori-teori itu telah berhasil bertahan melalui banyak upaya untuk menyangkalnya.[8]

Yang terpenting adalah lembaga-lembaga saintifik mengakui dan bertanggungjawab atas kesalahan, baik besar maupun kecil, dan yang lebih penting lagi adalah lembaga-lembaga tersebut bersedia dan berani mengungkapkan kekeliruannya di hadapan publik.[9]

Catatan kaki

  1. ↑ "Scientific Revolution" in Encarta. 2007. Diarsipkan 2003-12-05 di Wayback Machine
  2. ↑ Shapin, Steven (1996). The Scientific Revolution.
  3. ↑ Harari, Yuval Noah (2019). Sapiens. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 298. ISBN 9786024244163.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Harari, Yuval Noah (2019). Sapiens. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 301. ISBN 9786024244163.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Harari, Yuval Noah (2025). Neksus: Riwayat Jejaring Infomasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 115. ISBN 9786231343635.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Harari, Yuval Noah (2019). Sapiens. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 309. ISBN 9786024244163.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Wulandari Palar, Damaring Tyas (2025). Neksus: Riwayat Jejaring Infomasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 116. ISBN 9786231343635.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Harari, Yuval Noah (2025). Neksus: Riwayat Jejaring Infomasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 117. ISBN 9786231343635.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Harari, Yuval Noah (2025). Neksus: Riwayat Jejaring Infomasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 123. ISBN 9786231343635.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Referensi

  • Marguin, Jean (1994). Histoire des instruments et machines à calculer, trois siècles de mécanique pensante 1642-1942 (dalam bahasa Prancis). Hermann. ISBN 978-2705661663.
  • Taton, René (1963). Le calcul mécanique (dalam bahasa Prancis). Paris: Presses universitaires de France.
  • Smith, David Eugene (1929). A Source Book in Mathematics. New York and London: McGraw-Hill Book Company, Inc.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan