Jumat, 16 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Retrovirus endogen

Bagikan:

Retrovirus endogen atau Endogenous retroviruses (ERVs) adalah unsur virus yang terdapat dalam genom dan sangat mirip bahkan kemungkinan berasal dari retrovirus. Unsur ini banyak dijumpai pada genom vertebrata berahang, dan dapat mencapai 5–8% dari genom manusia (perkiraan terendah sekitar ~1%).[1][2]

ERV adalah urutan provirus yang diturunkan secara turun-temurun dan merupakan subkelas dari jenis gen yang dikenal sebagai transposon, yang pada umumnya dapat dikemas dan berpindah-pindah di dalam genom, berperan penting dalam ekspresi gen dan pengaturannya.[3][4] Namun, ERV kehilangan sebagian besar fungsi transposon, biasanya tidak bersifat menular, dan seringkali merupakan sisa genom yang cacat dari siklus replikasi retrovirus.[5][6]

Mereka dibedakan sebagai retroelemen provirus pada garis keturunan karena penyisipan dan transkripsi baliknya ke dalam genom inti sel inang. Para peneliti menyarankan bahwa retrovirus berevolusi dari jenis transposon yang disebut retrotransposon, sebuah elemen Kelas I; gen-gen semacam ini dapat bermutasi dan, alih-alih berpindah tempat dalam genom, dapat menjadi eksogen atau bersifat patogen. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua ERV mungkin berasal dari penyisipan oleh retrovirus; beberapa ERV bahkan mungkin menjadi sumber bagi bahan genetik retrovirus yang mirip mereka.[7]

Ketika integrasi DNA virus berlangsung pada garis keturunan—misalnya pada sel kelamin—hal itu dapat melahirkan sebuah ERV, yang kemudian berpeluang menjadi tetap (terfixasi) dalam kumpulan gen pada populasi inang.[1][8]

Referensi

  1. 1 2 Belshaw R, Pereira V, Katzourakis A, Talbot G, Paces J, Burt A, Tristem M (April 2004). "Long-term reinfection of the human genome by endogenous retroviruses". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 101 (14): 4894–4899. Bibcode:2004PNAS..101.4894B. doi:10.1073/pnas.0307800101. PMC 387345. PMID 15044706.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nelson PN, Hooley P, Roden D, Davari Ejtehadi H, Rylance P, Warren P, et al. (Oktober 2004). "Human endogenous retroviruses: transposable elements with potential?". Clinical and Experimental Immunology. 138 (1): 1–9. doi:10.1111/j.1365-2249.2004.02592.x. PMC 1809191. PMID 15373898.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Khodosevich K, Lebedev Y, Sverdlov E (Oktober 2002). "Endogenous retroviruses and human evolution". Comparative and Functional Genomics. 3 (6): 494–498. doi:10.1002/cfg.216. PMC 2448423. PMID 18629260.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Kim FJ, Battini JL, Manel N, Sitbon M (Januari 2004). "Emergence of vertebrate retroviruses and envelope capture". Virology. 318 (1): 183–191. doi:10.1016/j.virol.2003.09.026. PMID 14972546.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Stoye JP, Boeke JD (1997). "Retrotransposons, Endogenous Retroviruses, and the Evolution of Retroelements". Retroviruses. Cold Spring Harbor (NY): Cold Spring Harbor Laboratory Press. hlm. 343. ISBN 9780879695712. PMID 21433351. NBK19468. Diakses tanggal 2021-02-22.
  6. ↑ Gifford RJ, Blomberg J, Coffin JM, Fan H, Heidmann T, Mayer J, et al. (Agustus 2018). "Nomenclature for endogenous retrovirus (ERV) loci". Retrovirology. 15 (1) 59. doi:10.1186/s12977-018-0442-1. PMC 6114882. PMID 30153831.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Cotton, J. (2001). "Retroviruses from retrotransposons". Genome Biology. 2 (2) reports0006: 6. doi:10.1186/gb-2001-2-2-reports0006. It appears that the transition from nonviral retrotransposon to retrovirus has occurred independently at least eight times, and the source of the envelope gene responsible for infectious ability can now be traced to a virus in at least four of these instances. This suggests that potentially, any LTR retrotransposon can become a virus through the acquisition of existing viral genes.
  8. ↑ Johnson WE, Coffin JM (Agustus 1999). "Constructing primate phylogenies from ancient retrovirus sequences". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 96 (18): 10254–10260. Bibcode:1999PNAS...9610254J. doi:10.1073/pnas.96.18.10254. PMC 17875. PMID 10468595.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan