Rabu, 21 Oktober 2026
19:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Resistansi obat

Resistansi obat

Bagikan:
250px-WhatIsDrugResistance.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram yang mengilustrasikan resistansi obat.

Resistansi obat adalah penurunan efektivitas suatu obat seperti antimikroba atau antineoplastik dalam mengobati suatu penyakit atau kondisi.[1] Istilah ini digunakan dalam konteks resistansi yang "didapatkan" patogen atau kanker, yang berarti bahwa resistansi telah berevolusi. Resistansi antibiotik dan resistansi antineoplastik memberi tantangan pada perawatan klinis dan mendorong penelitian. Ketika suatu organisme resistan terhadap lebih dari satu obat, organisme tersebut dikatakan resistan multiobat.

Perkembangan resistansi antibiotik terutama berasal dari obat yang hanya menargetkan molekul bakteri tertentu (hampir selalu protein). Karena obat ini sangat spesifik, setiap mutasi pada molekul-molekul ini akan mengganggu atau meniadakan efek destruktifnya, menghasilkan resistansi antibiotik.[2] Selain itu, ada peningkatan kekhawatiran atas penyalahgunaan antibiotik di peternakan, di Uni Eropa sendiri penggunaannya tiga kali lipat volume antibiotik yang diberikan kepada manusia – yang berpotensi memunculkan bakteri superresistan.[3][4]

Bakteri tidak hanya mampu mengubah enzim yang ditargetkan oleh antibiotik, tetapi juga menggunakan enzim untuk memodifikasi antibiotik itu sendiri dan menetralkannya. Contoh patogen pengubah target adalah Staphylococcus aureus, Enterococcus yang resistan terhadap vankomisin, dan Streptococcus yang resistan terhadap makrolida, sedangkan contoh mikrob pemodifikasi antibiotik adalah Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter Baumannii yang kebal terhadap aminoglikosida.[5]

Singkatnya, kurangnya upaya bersama antara pemerintah dan industri farmasi, bersama dengan kapasitas alami mikrob untuk mengembangkan resistansi pada tingkat yang melebihi pengembangan obat baru, menunjukkan bahwa strategi yang ada untuk mengembangkan terapi antimikroba jangka panjang yang layak, pada akhirnya ditakdirkan untuk gagal. Tanpa strategi alternatif, perolehan resistensi obat oleh mikroorganisme patogen tampak sebagai salah satu ancaman kesehatan masyarakat paling signifikan yang dihadapi umat manusia di abad ke-21.[6]

Referensi

  1. ↑ Alfarouk, KO; Stock, CM; Taylor, S; Walsh, M; Muddathir, AK; Verduzco, D; Bashir, AH; Mohammed, OY; Elhassan, GO; Harguindey, S; Reshkin, SJ; Ibrahim, ME; Rauch, C (2015). "Resistance to cancer chemotherapy: failure in drug response from ADME to P-gp". Cancer Cell International. 15: 71. doi:10.1186/s12935-015-0221-1. PMC 4502609. PMID 26180516.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. ↑ "Antibiotic Resistance and Evolution". detectingdesign.com. [dibutuhkan verifikasi sumber]
  3. ↑ Harvey, Fiona (16 Oktober 2016). "Use of strongest antibiotics rises to record levels on European farms". the Guardian. Diakses tanggal 1 Oktober 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) [dibutuhkan verifikasi sumber]
  4. ↑ Duckenfield, Joan (2011-12-30). "Antibiotic Resistance Due to Modern Agricultural Practices: An Ethical Perspective". Journal of Agricultural and Environmental Ethics (dalam bahasa Inggris). 26 (2): 333–350. doi:10.1007/s10806-011-9370-y. ISSN 1187-7863. [dibutuhkan verifikasi sumber]
  5. ↑ Fisher, Jed F.; Mobashery, Shahriar (2010). "Enzymology of Bacterial Resistance". Comprehensive Natural Products II. Volume 8: Enzymes and Enzyme Mechanisms. Elsevier. hlm. 443–201. doi:10.1016/B978-008045382-8.00161-1. ISBN 978-0-08-045382-8. [dibutuhkan verifikasi sumber]
  6. ↑ "Reading: The Resistance Phenomenon in Microbes and Infectious Disease Vectors: Implications for Human Health and Strategies for Containment -- Workshop Summary - The National Academies Press". nap.edu. [dibutuhkan verifikasi sumber]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan