Selasa, 27 Oktober 2026
04:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Keresidenan Banten

Keresidenan Banten

wilayah administratif di Hindia Belanda

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang wilayah administratif di Hindia Belanda dalam kurun waktu 1817–1942. Untuk wilayah administratif di Indonesia sejak 2000, lihat Banten.
Untuk kegunaan lain terkait tempat dengan nama sama, lihat Banten (disambiguasi).
Keresidenan Banten
1817–1942
Lokasi Banten
StatusKeresidenan
Ibu kotaSerang
Kelompok etnik
Agama Islam (mayoritas)
Sejarah 
• Didirikan
1817
• Dibubarkan
1942
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Banten
Jawa Barat
Sekarang bagian dariBanten

Keresidenan Banten (bahasa Belanda:Bantam Regentschappen) adalah wilayah administratif tingkat dua setelah provinsi di Hindia Belanda dan berdiri sebagai sebuah keresidenan hingga awal masa pendudukan Jepang.[1] Wilayah Keresidenan Banten berada di bagian barat Pulau Jawa yang merupakan bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Banten. Penduduk yang mendiami Banten dikenal sebagai "Orang Banten" yang mayoritasnya berasal dari Sunda Banten, kemudian diikuti oleh Jawa Banten di kawasan utara Banten, tepatnya seluruh Kabupaten Serang.

Pemerintahan

Daftar residen

  • Jacobus de Bruin: 1817–1818
  • Cornelis Vos: 1818–1819
  • James du Puij: 1819–1819
  • Joan Hendrik Tobias: 1819–1821
  • Pieter van de Poel: 1821–1822
  • Annius Abrahami de Melverda: 1822–1827
  • Franciscus Henricus Smulders: 1827–1835
  • Johan Frans Hora Siccama: 1835–1837
  • Martinus Hendrikus Halewijn: 1837–1838
  • Johan Frans Hora Siccama: 1838–1839
  • Carel Frederik Goldman: 1839–1844
  • Dirk Adolph Buijn: 1844–1851
  • Gerrit Anthonij Everhardus Wiggers: 1851–1855
  • Carel Pieter Brest van Kempen: 1855–1857
  • Johan Carel van Lannoij: 1857–1861
  • Oscar van Polanen Petel: 1861–1865
  • Johan Hendrik van der Palm: 1865–1872
  • Bastiaan van Baak: 1872–1874
  • Felix Ernest Parmenas van den Bossche: 1874–1877
  • Willem Frederik van Andel: 1877–1878
  • Johannes Petrus Metman: 1878–1881
  • Adrianus Johannes Spaan: 1881–1884
  • Eduard Alexander Engelbrecht: 1884–1888
  • Jacobus Albertus Velders: 1888–1892
  • Bernard Hendrik Huibert Ravenswaay: 1892–1892
  • Jacobus Albertus Velders: 1892–1895
  • Johannes Anthonie Hardeman: 1895–1906
  • Frederik Karel Overduijn: 1906–1911
  • Cornelis Willem August van Rinsum: 1911–1913
  • Herman Lodewijk Cornelis Bernard van Vleuten: 1913–1916
  • Berend Leonardus van Bijlevelt: 1916–1918
  • Willem Christiaan Thieme: 1918–1920
  • Cornelis Canne: 1920–1921
  • Theodorus Arnoldusster: 1921–1922
  • Jan Christiaan Bedding: 1922–1925
  • Frederik Gerhard Putman Cramer: 1925–1931
  • Jan Scipio de Kanter: 1931–1934
  • Armand Maurice van der Elst: 1934–1937
  • Jan Robert van Beusekom: 1937–1941
  • Willem Hendrik Coert: 1941–1942

Daftar Syuutyoo

  • Hirosi Watanabe (1942–....)

Lihat pula

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan