Kamis, 01 Oktober 2026
04:12 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Resesi Besar

Resesi Besar

Bagikan:
Untuk latar belakang yang memicu Resesi Besar, lihat Krisis keuangan 2008. Untuk krisis keuangan yang terjadi pada 1930-an, lihat Depresi Besar.
60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.
Resesi Besar
500px-GDP_Real_Growth_in_2009.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta dunia menunjukkan tingkat pertumbuhan PDB riil pada tahun 2009; negara yang coklat berada dalam resesi.
TanggalDesember 2007 hingga Juni 2009 (19 bulan)
LokasiSeluruh dunia
JenisResesi
Penyebab(diperdebatkan)
  • Ledakan gelembung real estat
  • Politik perumahan AS
  • Keterbatasan regulasi finansial
HasilDampak berbeda secara geografis

Resesi Besar (Inggris: Great Recession) merupakan periode waktu kejatuhan pasar di seluruh dunia yang terjadi dari akhir 2007 hingga pertengahan 2009.[1] Ukuran dan durasi resesi bervariasi antarnegara.[2][3] Saat itu, IMF menyimpulkan bahwa Resesi Besar merupakan kehancuran ekonomi dan keuangan paling parah sejak Depresi Besar.

Pada tahun 2008, kemungkinan krisis ekonomi diusulkan oleh beberapa indikator penting penurunan ekonomi di seluruh dunia. Indikator tersebut adalah tingginya harga minyak dunia, yang menyebabkan krisis pangan dunia (karena ketergantungan produksi makanan terhadap minyak, dan juga penggunaan makanan sebagai alternatif minyak bumi), inflasi tinggi, krisis kredit macet yang menyebabkan bankrutnya beberapa bank besar, meningkatnya pengangguran dan kemungkinan resesi global.

Rendahnya tingkat suku bunga pada era awal tahun 2000-an membuat uang banyak beredar di pasar keuangan mengakibatkan situasi terlalu percaya diri sehingga meremehkan risiko di sektor keuangan. Akibatnya banyak inovasi keuangan yang tidak dikaji dan diatur secara regulasi keamanannya.[4]


Pranala luar

Referensi

  1. ↑ “US Business Cycle Expansions and Contractions”, United States NBER, or National Bureau of Economic Research, updated March 14, 2023. This government agency dates the Great Recession as starting in December 2007 and bottoming-out in June 2009.
  2. ↑ "World Economic Situation and Prospects 2013". Development Policy and Analysis Division of the UN secretariat. Diakses tanggal Desember 19, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ United Nations (Januari 15, 2013). World Economic Situation and Prospects 2013 (trade paperback) (Edisi 1st). United Nations. hlm. 200. ISBN 978-9211091663. The global economy continues to struggle with post-crisis adjustments{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "G20 dan penanganan krisis global 2008" (PDF). kemenkeu.go.id. hlm. 3. Diakses tanggal 2023-11-30.
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan