Sabtu, 17 Oktober 2026
20:42 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Repoblación

Repoblación

Bagikan:
250px-Asturias_in_800.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Gurun Douro

Repoblación (bahasa Spanyol: [repoβlaˈθjon], bahasa Galisia: [repoβlaˈθjoŋ]; bahasa Portugis:Repovoação, IPA: [ʁɛpuvuɐˈsɐ̃w]) adalah penghunian kembali wilayah besar antara Sungai Douro dan Pegunungan Cantabria pada abad ke-IX, yang telah berkurang penduduknya pada tahun-tahun awal Reconquista.

Pada masa pemerintahan Alfonsu I (739–757), melalui serangkaian kampanye militer yang berhasil melawan Moor, orang-orang Kristen telah merebut kembali Galisia, La Rioja, dan León dan membawa penduduk wilayah utara di bawah kendali mereka. Ini membuat provinsi-provinsi tersebut sebagian besar kosong dari pemukiman manusia dan menciptakan zona penyangga antara Moor dan Kristen. Wilayah ini disebut Gurun Douro. Zona ini dibiarkan tak tersentuh selama hampir satu abad sementara penerus Alfonsu memfokuskan energi mereka pada Vasconia dan Galisia.

Pada masa pemerintahan Ordoñu I (850–866) repopulasi zona tak berpenghuni dimulai. Ordoñu mulai maju ke selatan, mengisi kembali kota-kota Tui, Astorga, León, dan Amaya. Orang-orang yang menuruni pegunungan di utara menuju lembah yang tidak berpenghuni disebut foramontanos, yang berarti "keluar dari pegunungan." Di antara rute yang diambil foramontanos adalah antara Cabuérniga dan Campo de Suso, yang diikuti pada awal 824, ketika populasi baru Brañosera menerima fuero tertua yang diketahui dalam sejarah Spanyol.

Keinginan untuk zona pertanian yang lebih baru dan lebih subur di lembah sungai Ebro dan Douro adalah faktor pendorong utama dalam emigrasi. Sejak saat itu kerajaan semakin dikenal sebagai León dan pada 910, setelah kematian putra Ordoñu, Alfonso III, kerajaan dibagi dengan Fruela II terus memerintah di Asturias sementara saudara-suadaranya García dan Ordoño masing-masing memerintah di León dan Galisia. Repoblación kemudian selesai.

Meskipun demikian, Gurun Douro tidak pernah benar-benar kosong, karena penelitian arkeologi menunjukkan kelanjutan pendudukan yang terbatas. Repovoação Portugis terjadi selama pemerintahan Wangsa Bourgogne hingga pertengahan abad ke-XIII.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan