Sabtu, 17 Oktober 2026
12:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Referendum di Swedia

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki bagian pembuka yang sesuai dengan standar Wikipedia. Mohon tulis paragraf pembuka yang informatif sehingga pembaca dapat memahami maksud dari "Referendum di Swedia".
Contoh paragraf pembuka "Referendum di Swedia adalah ...".
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Sejak diperkenalkannya parlemen di Swedia, 6 referendum telah diselenggarkaan. Konstitusi Swedia (1974) menetapkan pengikatan referendum. Namun, tidak ada dari referendum itu yang diikat, melainkan menjadi sifat penasihat dan tidak secara resmi terikat dengan Riksdag. Referendum terakhir mengadopsi euro diselenggarakan pada tanggal 14 September 2003. Referendum bergabung dengan UE diselenggarakan pada tanggal 13 November 1994.

Sejarah

Tahun Referendum Keikutsertaan Ya Tidak Kosong Hasil
2003 Adopsi euro 82,6% 42% 55,9% 2,1% Menolak
1994 Bergabung dengan Uni Eropa 83,3% 52,3% 46,8% 0,9% Setuju
Tahun Referendum Keikutsertaan Alt. 1 Alt. 2 Alt. 3 Kosong Hasil
1980 Percaya pada tenaga nuklir 75,7% 18,9% 39,1% 38,7% 3,3% Alternatif 2¹
1957 Sistem Pensiun Didanai Pajak 72,4% 45,8% 15% 35,3% 3,9% Alternatif 1
Tahun Referendum Keikutsertaan Ya Tidak Kosong Hasil
1955 Perubahan dari LaLin tangan kiri ke kanan 53% 15,5% 82,9% 1,6% Menolak²
1922 Referendum pelarangan alkohol di Swedia, 1922 55,1% 49,1% 50,9% - Menolak

¹ Hasil referendum tahun 1980 itu banyak dipertentangkan, sebab tidak ada alternatif yang memperoleh suara mayoritas. Alt 1 terhapus menurut pertimbangan praktis, melarang tambahan. Alt 2 sama ditambah asas ladang tenaga yang dimiliki negara dan masalah lain. Alt 3 terhapus dalam 3 tahun. Akhirnya Riksdag menafsirkan hasil yang berpihak pada penghapusan itu diselesaikan pada tahun 2010 (tanggalnya tak pernah disebutkan dalam alternatif yang sebenarnya), meski program ini tak pernah diikuti sejak itu.
² Meski begitu, pada tahun 1963, Parlemen Swedia mengeluarkan RUU yang menyerukan perubahan ke jalur tangan kanan. Perubahan itu terjadi pada tanggal 3 Oktober 1967.

Referendum lokal

Referendum dapat diselenggarkaan di tingkat kotamadya tentang masalah politik setempat. Referendum tersebut bersifat umum, dan sering diselenggarakan terkait pemilihan umum, tetapi juga di lain waktu. Kotamadya di Swedia memiliki kekuasaan yang kecil, dan tidak dapat mengubah hukum. Referendum lokal yang menyerukan perubahan hukum kadang-kadang diselenggarakan juga, dan dapat dipandang sebaai pernyataan politik kepada pemerintah.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan