Jumat, 16 Oktober 2026
00:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Redemptor Hominis

Bagikan:

Redemptor Hominis (Bahasa Latin untuk "Sang Penebus Manusia") adalah nama dari ensiklik pertama yang ditulis oleh Paus Yohanes Paulus II. Ensiklik ini meletakkan sebuah rancangan dari masa kepausannya dalam penjelajahannya akan masalah-masalah umat manusia saat ini dan terutama solusi-solusi yang diajukan oleh umat manusia itu yang ditemukan di dalam sebuah pengertian yang lebih mendalam akan pribadi manusia. Ensiklik ini diumumkan secara resmi pada tanggal 4 Maret 1979, kurang dari lima bulan setelah ia diangkat menjadi Sri Paus.

Rangkuman ensiklik

Ensiklik pertama Paus Yohanes Paulus II ini menelaah masalah-masalah besar yang dihadapi dunia saat itu. Paus Yohanes Paulus II memulai masa kepausannya selama masa krisis keragu-raguan pribadi dan kritik-kritik internal di dalam Gereja Katolik. Ia menyinggung akan hal ini dalam kata pengantar ensikliknya, menyampaikan kepercayaannya bahwa gerakan hidup yang baru di dalam Gereja "lebih kuat daripada gejala-gejala keragu-raguan, keruntuhan dan krisis."

Redemptor Hominis mengusulkan bahwa solusi dari masalah-masalah ini bisa ditemukan melalui pengertian yang lebih sempurna akan seseorang: baik akan diri seorang manusia maupun diri seorang Kristus. Sebagaimana demikian, ensiklik pertamanya ini berulang kali menekankan pendekatan filosofis yang disukai oleh Sri Paus, yaitu paham personalisme - sebuah pendekatan yang ia gunakan berulang kali selama masa kepausannya.

Ensiklik ini juga bekerja untuk menyiapkan Gereja bagi milenium ketiga yang akan datang, merujuk tahun-tahun yang tersisi pada abad ke-20 sebagai "sebuah masa dari Advent (kedatangan yang ditunggu-tunggu) yang baru, sebuah masa penuh pengharapan" dalam persiapan atas kedatangan milenium yang baru.


Referensi

Weigel, George, Witness to Hope: The Biography of John Paul II, Harper Collins, New York, 1999, ISBN 0-06-093286-4.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan