Minggu, 27 September 2026
03:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Red Baron

Red Baron

Red Baron
250px-Manfred_von_Richthofen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Baron Merah alias Mafred von Richthofen menggunakan tanda kehormatan tertinggi di militer Prussia, Pour le Merite, sekitar tahun 1917.
Nama lahirManfred Albrecht Freiherr von Richthofen
Julukan"Baron Merah"
Lahir(1892-05-02)2 Mei 1892
Breslau, Provinsi Silesia, Kerajaan Prussia
(sekarang) Wrocław, Polandia
Meninggal21 April 1918(1918-04-21) (umur 25)
Morlancourt Ridge (dekat Vaux-sur-Somme, Prancis)
Place of burialSouth Cemetery, Wiesbaden (50°03′37″N 8°15′57″E / 50.060260°N 8.265810°E / 50.060260; 8.265810)
PengabdianKekaisaran Jerman
Dinas/cabangTentara Prussia (1911-1915)
Luftstreitkräfte (1915-1918)
Lama dinas1911-1918 †
PangkatKapten
Komandan
Perang/pertempuranPerang Dunia I †
Penghargaan
Hubungan
Tanda tangan120px-Manfred_von_Richthofen_Signature.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Red Baron, atau nama aslinya Manfred Albrecht Freiherr von Richthofen. Lahir pada 2 Mei 1892 – 21 April 1918. Ia adalah penerbang pesawat tempur Kekaisaran Jerman pada masa Perang Dunia I dengan rekor menjatuhkan 80 pesawat tempur lawan.

Sebutan Red Baron muncul karena keisengannya mengecat pesawat triplane Fokker Dr.I 425/17—nya dengan warna merah yang membuatnya menonjol dibanding yang lain. Ini membawa keuntungan propaganda tersendiri bagi Jerman. Akhirnya, beberapa pesawat lain juga dicat merah untuk menimbulkan ketakutan sekaligus mengecoh lawan agar tidak berkonsentrasi kepada Red Baron yang asli.

250px-RoteBaron.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Replika Fokker Dr.I yang digunakan Red Baron

Richthofen gugur akibat tembakan dari satuan darat di Bubungan Mourlandcourt di dekat Sungai Somme. Pesawatnya jatuh di wilayah penguasaan Australia dan dikuburkan dengan penuh penghormatan oleh musuh. Hingga saat ini sisa-sisa bagian pesawatnya masih disimpan.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan