Minggu, 08 November 2026
11:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Penyerapan kembali

proses di mana nefron memisahkan air dan zat terlarut dari cairan tubulus dan mengembalikannya ke darah yang beredar

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Penyerapan kembali" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Penyerapan kembali atau reabsorpsi adalah tahapan dalam pembentukan urine melalui mekanisme penyerapan ulang zat yang diperlukan oleh tubuh misalnya, garam protein yang masih dalam bentuk albumin menjadi amonia dan protein serta cairan lain yang diperlukan badan malphigi. Reabsorpsi juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan air dan garam dalam cairan tubuh.

Proses

Reabsorpsi dimulai dari tubulus kontortus proksimal dan berlanjut ke lengkung Henle, tubulus kontortus distal, lalu ke saluran pengumpul. Setelah mengalami proses penyaringan (filtrasi) urine primer yang mengandung zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh diserap ulang dalam tubulus kontortus proksimal. Zat-zat yang diserap ulang antara lain lain, air, glukosa, asam amino, vitamin serta berbagai jenis ion. Zat-zat sisa yang tidak dapat digunakan, seperti urea dan kelebihan garam akan dikeluarkan dalam bentuk urine.

Dalam reabsorpsi, sekitar 50% urea dari jumlah yang ada dalam urine primer berdifusi (masuk) kembali ke dalam darah karena adanya perbedaan konsentrasi yang disebabkan oleh reabsorpsi air antara urine primer, sel-sel tubulus kontortus proksimal, dan darah. Sel-sel tubulus kontortus proksimal juga secara aktif mengekskresi (mengeluarkan) zat-zat beracun dari dalam darah ke urine primer bersama dengan beberapa zat yang mengandung nitrogen, seperti kreatinin. Sebagian besar zat-zat yang masih berguna tadi dapat mengalami reabsorpsi beberapa kali.

Dari proses ini, akan dihasilkan filtrat tubulus atau urine sekunder. Zat-zat yang ada di dalam urine sekunder kebanyakan adalah zat-zat yang tidak berguna atau beracun. Volume urine sekunder yang dihasilkan lebih sedikit daripada volume urine primer dan bersifat isotonis terhadap cairan tubuh (darah), serta mengandung urea dan beberapa ion mineral. Selanjutnya, urine sekunder itu mengalir ke lengkung Henle. Di dalam lengkung Henle juga terjadi proses penyerapan ulang zat-zat yang masih berguna, terutama ion natrium (Na+).[1][2]

Referensi

  1. ↑ "Reabsorption - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2023-12-02.
  2. ↑ Halodoc, Redaksi. "Proses Pembentukan Urine dalam Sistem Ekskresi Pada Tubuh". halodoc. Diakses tanggal 2023-12-02.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan