Senin, 26 Oktober 2026
11:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung

Rawa Tripa

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaRawa Tripa
cagar alam Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Rawa_Tripa&revid=28717163&groups=_ea0eb07bfcf57291461b3cad3b6bc20bff42868d&parser=parsoidKoordinat: 3°58′37.58610″N 96°26′1.42444″E / 3.9771072500°N 96.4337290111°E / 3.9771072500; 96.4337290111 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaAceh
KabupatenNagan Raya
KecamatanTripa Makmur Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Rawa Tripa adalah suatu kawasan seluas 61 803 hektare di pantai barat provinsi Aceh di bagian utara pulau Sumatra. Tripa mengandung keragaman hayati yang tinggi, di samping sangat penting bagi penduduk setempat. Tripa juga merupakan penampungan karbon terbesar di Aceh.

Tripa adalah satu dari hanya enam tempat di mana masih terdapat orang utan Sumatra (Pongo abelii) yang terancam, dan salah satu dari situs prioritas UNEP-GRASP untuk spesies tersebut. Saat ini masih ada sekitar 280 ekor, yaitu lebih dari 4% dari jumlah keseluruhan di dunia. Tripa memiliki salah satu kepadatan yang tertinggi di dunia untuk orang utan, yang berakibatkan berkembangnya kebudayaan menggunakan alat yang tidak ada duanya di kalangan spesies ini.

Tripa mengandung antara 50 dan 100 juta ton karbon dan merupakan penampungan karbon positif bersih. Namun, jumlah karbon yang tinggi sedang dilepaskan oleh karena penghancuran gambut lewat pembakaran, drainase dan oksidasi yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan sawit.

Masalah

Empat perusahaan perkebunan sawit besar sedang menghancurkan hutan Tripa, membakar gambutnya dan menggali saluran untuk menanam sawit.

Kehancuran seluruh hutan yang masih ada di Tripa diperkirakan akan terjadi sebelum 5 tahun mendatang bila tidak ada tindakan yang cepat untuk menyelamatkannya.

Sumber

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan