Minggu, 04 Oktober 2026
06:43 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Rampjaar

Rampjaar

tahun kalender

Bagikan:
250px-Wijckersloot%2C_Johannes_van_-_Allegorie_op_de_Franse_invasie_in_de_Nederlanden_in_1672_-_1672.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Alegori Tahun Bencana", oleh Jan van Wijckersloot.

Dalam sejarah Belanda, rampjaar ("tahun bencana") adalah tahun 1672. Pada tahun tersebut, setelah meletusnya Perang Prancis-Belanda dan Perang Inggris-Belanda Ketiga, Republik Belanda diserang oleh Inggris, Prancis, pangeran-elektor Bernhard von Galen dari Keuskupan-Pangeran Münster, dan Maximilian Heinrich dari Keuskupan-Pangeran Köln. Tentara Prancis dengan cepat mengalahkan tentara Belanda dan menaklukan banyak wilayah. Akibatnya, provinsi Holland, Zealand, dan Frisia mengalami kepanikan, dan pemerintahan-pemerintahan kota diambil alih oleh Orangis, yang menentang rezim Johan de Witt yang republikan. Hal ini memicu berakhirnya Periode Tanpa Stadtholder Pertama dalam sejarah Belanda.

Ungkapan dalam bahasa Belanda yang digunakan untuk mendeskripsikan keadaan Belanda pada masa itu adalah redeloos (tidak rasional), pemerintahannya radeloos (putus asa), dan negaranya reddeloos (tidak dapat diselamatkan).

Referensi

  • Bowen, Marjorie. The William and Mary Trilogy, Vol. 1: I Will Maintain. Alberta: Inheritance Publications, 1993. pp. 353–359, 382.
  • Kenneth Harold Dobson Haley. An English diplomat in the Low Countries: Sir William Temple and John de Witt, 1665-1672 (Oxford 1986)
  • Herbert H. Rowen. John de Witt, Statesman of the "True Freedom" (Cambridge, 1986)
  • Israel, J. I. (1998). The Dutch Republic Its Rise, Greatness, and Fall 1477-1806, 1st paperback (1st - 1995), Oxford University Press, ISBN 0-19-820734-4.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan