Selasa, 03 November 2026
22:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Ramnulf II dari Poitiers

Bagikan:

Ramnulf II (juga disebut Rannoux, Rannulf, dan Ranulph) (850 – 5 Agustus 890) merupakan seorang Comte Poitiers dari tahun 866 dan Adipati Aquitaine dari tahun 887. Setelah kematian Karl si Gendut pada tahun 888, ia menyebut dirinya sendiri sebagai Raja Aquitaine dan juga sampai dengan tahun 889 atau pada hari kematiannya, setelah gelar tersebut jatuh kedalam penundaan.

Ia diduga terpilih sebagai seorang raja sementara oleh para bangsawan Aquitaine, untuk mereka menerima Eudes dari Prancis setelah kematiannya. Hanya Babad Fulda memberinya gelar tersebut dengan sesungguhnya. Ia tercatat menjadi wali Charles, putra Louis II dari Prancis yang masih kecil dan ia memastikan tidak mengakui Eudes sebagai raja. Ia muncul di dalam Babad Vedastini pada tahun 889 dengan gelar dux maximae partis Aquitaniae: "adipati dari bagian utama Aquitaine." Ia mendirikan Vicomte Thouars pada sekitar waktu itu, bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membuat vicomte dengan kekuasaan atas benteng-benteng sewilayah dari melawan Viking.

Ramnulf adalah putra Ramnulf I dan Bilichild dari Maine. Ia menikahi seorang wanita yang bernama Ermengard (meninggal 935) dan memiliki seorang putra, Ramnulf III, yang menjadi ahli warisnya di Poitiers. Anak haramnya Ebles Manzer menggantikannya di Aquitaine dan, setelah kematian Ramnulf III, juga di Poitiers.

Lihat pula

Sumber

Ramnulf II dari Poitiers
Lahir: 850 Meninggal: 5 Agustus 890
Gelar
Lowong
Terakhir dijabat oleh
Louis II dari Prancis
Dipimpin sebelumnya oleh
Karl si Gendut
Raja Aquitaine
888–890
Lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Louis si Pemalas
Lowong
Terakhir dijabat oleh
Waïfre
Adipati Aquitaine
887–888
Diteruskan oleh:
Ebles Manzer
Didahului oleh:
Ramnulf I
Comte Poitiers
886–890
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan