Selasa, 03 November 2026
18:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Raja Bayern

Raja Bayern

pemimpin monarki di Kerajaan Bavaria (1805–1918)

Bagikan:
Raja Bayern
Bekas Kerajaan
120px-Coat_of_Arms_of_the_Kingdom_of_Bavaria_1835-1918.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang kebesaran kerajaan
120px-K%C3%B6nig_Ludwig_III._von_Bayern.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyandang terakhir
Ludwig III
Penguasa pertama Maximilian I
Penguasa terakhir Ludwig III
Gelar Yang Mulia
Penunjuk Garis keturunan
Pendirian 1806
Pembubaran 1918
Penuntut takhta Franz, Adipati Bayern
250px-Crown_Kings_Bavaria_Munich.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahkota Bayern.

Raja Bayern (bahasa Jerman:König von Bayern) adalah gelar yang disandang oleh para penguasa Bayern dari Wangsa Wittelsbach di negara Kerajaan Bayern dari tahun 1805 hingga 1918, ketika kerajaan tersebut dibubarkan. Ini adalah kali kedua Bayern berbentuk kerajaan, hampir seribu tahun setelah kerajaan Bayern Karoling yang berusia pendek.

Sejarah

Menurut ketentuan Perjanjian Pressburg yang disepakati pada tanggal 26 Desember 1805 antara Kaisar Prancis Napoleon dan Kaisar Romawi Suci Franz II, beberapa kepangeranan yang bersekutu dengan Napoleon naik status menjadi kerajaan. Salah satu yang paling gigih adalah pangeran-pemilih dari Bayern, yaitu Maximilian IV Joseph, dan pada tanggal 1 Januari 1806, ia secara resmi menggunakan gelar Raja Maximilian I Joseph dari Bayern. Ia adalah anggota dari Pfalz-Birkenfeld-Zweibrücken, cabang dari Wangsa Wittelsbach.

Para penerus Maximilian menentang nasionalisme Jerman, dan Bayern menjadi pelindung untuk negara-negara kecil yang para pemimpinnya merasa terancam dengan Prusia atau Austria di Konfederasi Jerman. Hubungan agama dan bahasa Jerman Hulu membuat negara ini lebih dekat dengan Austria hingga kekalahan mereka dalam Perang Austria–Prusia. Raja Ludwig II menjalin aliansi dengan Prusia pada tanggal 22 Agustus 1866, secara efektif menghapuskan kemerdekaan Bayern.

Dengan perjanjian tanggal 23 November 1870, Bayern disatukan ke dalam Kekaisaran Jerman yang baru, tetapi diizinkan tingkat penentuan nasib sendiri yang relatif besar. Raja-raja Bayern melestarikan gelar mereka, mempertahankan korps diplomatik dan militer yang berbeda. Ketika Kekaisaran Jerman dibubarkan pada bulan November 1918 seusai Perang Dunia I, raja Bayern yang terakhir, Ludwig III, digulingkan.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan