Senin, 26 Oktober 2026
13:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Raimundo Correia

Raimundo Correia

Bagikan:
Raimundo Correia
250px-Raimundo_Correia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Raimundo da Mota de Azevedo Correia

(1859-05-13)13 Mei 1859
Meninggal13 September 1911(1911-09-13) (umur 52)
AlmamaterUniversitas São Paulo
PekerjaanPenyiar, juri, magistrate
Karier kepenulisan
Karya terkenalPrimeiros Sonhos
Gerakan sastra
Parnassianisme

Raimundo da Mota de Azevedo Correia (13 Mei 1859 – 13 September 1911) adalah seorang magistrate, hakim dan penyair Parnassian Brasil. Bersama dengan Alberto de Oliveira dan Olavo Bilac, ia adalah anggota "Triad Parnassian".

Ia mendirikan dan menduduki ketua ke-5 Akademi Sastra Brasil dari 1897 sampai kematiannya pada 1911.

Kehidupan

Correia lahir di atas kapal yang berlabuh ke pesisir São Luís, Maranhão, dari pasangan desembargador José da Mota de Azevedo Correia dan Maria Clara Vieira da Mota de Azevedo Correia. Correia mendapatkan kursus sekundernya di Colégio Pedro II, dan lulus dalam bidang Hukum pada 1882, di Faculdade de Direito da Universidade de São Paulo. Ia menjabat sebagai hakim yang sukses di Rio de Janeiro dan Minas Gerais.

Buku pertama Correia, Primeiros Sonhos, diterbitkan pada 1879, dan puisi-puisinya memiliki pengaruh yang kuat dari puisi-puisi Romantis Brasil seperti Fagundes Varela, Casimiro de Abreu dan Castro Alves. Namun, ia mengikuti Parnassianisme pada 1883, dengan buku Sinfonias. Beberapa puisinya juga dianggap menjadi penggerak gerakan Simbolis in Brazil.

Correia meninggal pada 1911, di Paris, ketika mencari pengobatan untuk penyakitnya.

Karya

  • Primeiros Sonhos (1879)
  • Sinfonias (1883)
  • Versos e Versões (1887)
  • Aleluias (1891)
  • Poesias (1898)

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource Portugal memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan