Jumat, 23 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Radio satelit

Radio satelit

radio digital

Bagikan:
250px-SiriusRadioMpegMan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penerima satelit SIRIUS Satellite Plug and Play Receiver model XTR1 beserta kit mobil opsional. Foto ini diambil oleh MpegMan.

Sebuah radio satelit atau radio langganan adalah sebuah radio digital yang menerima sinyal yang disiarkan oleh satelit komunikasi, yang mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari sinyal radio biasa.

Radio satelit berfungsi di tempat di mana ada garis pandang antara antena dengan satelit, dengan syarat tak ada rintangan besar, seperti terowongan atau gedung. Pendengar radio ini dapat mengikuti saluran tunggal tanpa melihat lokasi jangkauan.

Karena teknologi ini membutuhkan akses ke satelit komersial untuk penyebaran sinyal, jasa radio satelit adalah sebuah bisnis komersial, yang menawarkan sebuah paket saluran sebagai bagian dari jasa mereka -- membutuhkan sebuah langganan dari pengguna akhir untuk mengakses saluran.

Sekarang ini, penyedia radio satelit utama adalah WorldSpace (Intl.), XM Radio & Sirius (A.S.). Karena sinyalnya memiliki hak cipta dan tidak-cocok satu sama lain, maka membutuhkan peralatan khusus untuk dekoding dan pemutaran. Mereka menawarkan saluran berita, cuaca, olahraga, dan musik.

Desain sistem

Radio satelit menggunakan S-band 2,3 GHz di Amerika Utara untuk penyiaran radio digital nasional.[1] MobaHO! beroperasi pada 2,6 GHz.[2] Di belahan dunia lain, radio satelit menggunakan bagian dari L-band 1,4 GHz yang dialokasikan untuk DAB.[3][4]

Stasiun bumi memancarkan sinyal ke satelit yang berada 35786 kilometer (22.236 mil) di atas Khatulistiwa dalam orbit geostasioner. Satelit mengirimkan sinyal kembali ke radio di mobil dan rumah. Sinyal ini berisi siaran yang diacak serta metadata tentang setiap siaran tertentu. Sinyal diterjemahkan oleh modul penerima radio yang menampilkan informasi siaran. Di daerah perkotaan, repeater terestrial memastikan bahwa sinyal tersedia meskipun sinyal satelit terhalang. Teknologi ini memungkinkan penyiaran secara nasional sehingga, misalnya, pendengar di Amerika Serikat dapat mendengarkan stasiun yang sama di mana pun di negara ini..[5]

Pelanggan radio satelit membeli receiver dan membayar biaya berlangganan bulanan untuk mendengarkan program.[6][7][8]

Asia, Afrika dan kebanyakan Eropa

WorldSpace memiliki satelitnya sendiri mencakup Eropa, Asia, dan Afrika. Sinyal ini dapat diterima melalui penerima WorldSpace. Banyak programnya hanya tersedia bagi pelanggan.

Pranala luar

Amerika Serikat dan Kanada

Asia, Afrika dan Eropa

Referensi

  1. ↑ "Satellite S Band Radio Frequency Table". www.csgnetwork.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  2. ↑ "Mobile Terminals Supporting Satellite Digital Radio Broadcast" (PDF). www.docomo.ne.jp. Diakses tanggal 2024-03-25.
  3. ↑ "How Satellite Radio Works". electronics.howstuffworks.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  4. ↑ "Radio satelit". radiostay.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  5. ↑ "Satellite radio captures ears of millions". edition.cnn.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  6. ↑ "Satellite Radio Plans And Subscription Tiers". citizenside.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  7. ↑ "What is Home Satellite Radio?". www.wise-geek.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
  8. ↑ "How Satellite Radio Works". atmega32-avr.com. Diakses tanggal 2024-03-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan