Jumat, 23 Oktober 2026
18:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

RS-28 Sarmat

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

RS-28 (Rusia: РС-28 Сармат) (juga dikenal sebagai Sarmat, atau Sarmatian) SS-X-30 adalah, rudal balistik super berat termonuklir antarbenua Rusia berbahan bakar cair dilengkapi MIRV, di masa depan dalam pengembangan oleh Makeyev Rocket Design Bureau dari 2009, dimaksudkan untuk menggantikan rudal sebelumnya SS-18 Satan.

Muatannya yang besar akan memungkinkan hingga 10 hulu ledak berat atau 15 yang lebih ringan, dan / atau kombinasi dari hulu ledak dan sejumlah besar penanggulangan yang dirancang untuk mengalahkan sistem anti-rudal; rudal itu digembar-gemborkan oleh militer Rusia sebagai respon terhadap Prompt Global Strike AS.

Referensi

  • "Global Security Newswire - Russia Reportedly Approves Production of New Liquid-Fueled ICBM". nti.org. 1 June 2014. Retrieved 17 January 2015.
  • "SS-30 ?? / R-X-? Sarmat New Heavy ICBM". globalsecurity.org. Retrieved 17 January 2015.
  • "Russia plans new ICBM to replace Cold War 'Satan' missile". Reuters. 17 Dec 2013. Retrieved 17 January 2015.
  • "Sarmat ICBM to be ready by 2020". 25 Feb 2014. Retrieved 17 January 2015.
  • "Russia Fast Tracking "Unique" Missile". The Moscow Times. 1 Jun 2014. Retrieved 17 January 2015.
  • "Russian Program to Build World's Biggest Intercontinental Missile Delayed". The Moscow Times. 26 June 2015. Retrieved 27 June 2015.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan