Senin, 26 Oktober 2026
07:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
RI Matjan Tutul (650)

RI Matjan Tutul (650)

Bagikan:
330px-RI-Macan-Tutul_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailRI Matjan Tutul
Karier (ID) Indonesia
ProduksiLürssen, Bremen-Vegesack
Mulai dibuat
Diluncurkan
Harga Unit -
Status Tenggelam pada 15 Januari 1962 selama Pertempuran Laut Arafura
Karakteristik umum
Berat benaman 183,4 T standar, 210 T beban penuh
Panjang 42,6 meter (139,76 ft)
Lebar 7,1 meter (23,29 ft)
Draft2,3 meter (7,55 ft)
Tenaga penggerak4 Mercedes-Benz MB 518 B Mesin diesel, @ 3.000 HP
4 propeler, propeler 3-pisau diameter 1,15 m
Bunker: 25t fuel, 1.12t lubricants, 2t fresh water
Kecepatan 42 kt maks, 39 kt max sustained
Jarak tempuh700 nm pada 35 knot
Awak kapal 39 perwira dan awak kapal
Persenjataan2 senjata Bofors 40mm, 3168 peluru amunisi
4 533mm tabung torpedo, 4 torpedo
Minelaying: Tabung torpedo belakang 2 dapat ditukar dengan 2 rampa untuk 23 ranjau laut Mk 2
4 bom kedalaman

RI Matjan Tutul (650) merupakan salah satu dari delapan Kapal Cepat Torpedo kelas Jaguar yang dibeli dari Jerman Barat pada sekitar tahun 1960-an. Kapal ini menjadi terkenal karena terlibat langsung dalam Pertempuran Laut Aru, yang merupakan salah satu bagian dari Operasi Trikora dalam rangka membebaskan Irian Barat dari Belanda.

Pada tanggal 15 Januari 1962, kapal yang dikomandani Kapten Wiratno, dengan Komodor Yos Sudarso yang pada saat itu menjabat sebagai Deputi I ALRI, beserta Kapten Memet Sastrawiria (Ajudan Komodor Yos Sudarso) dan Kapten Tjiptadi beserta 21 awak kapal lainnya gugur bersama tenggelamnya kapal RI Matjan Tutul di Laut Arafura setelah ditembak oleh Hr. Ms. Evertsen, fregat Belanda. Jasad mereka tidak pernah ditemukan.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan