Jumat, 09 Oktober 2026
01:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Pulau Kolepom

Pulau Kolepom

pulau di Kabupaten Merauke, Papua Selatan

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Pulau Kolepom" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Kolepom
Yos Sudarso, Dolok, Kimaam
330px-Yos_Sudarso_NASA_138.38068E_7.82292S.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Map Satelit
P. Kolepom di Papua Selatan
P. Kolepom
P. Kolepom
Lokasi di Papua Selatan
Tampilkan peta Papua Selatan
P. Kolepom di Indonesia
P. Kolepom
P. Kolepom
Lokasi di Indonesia
Tampilkan peta Indonesia
Geografi
Koordinat7°57′S 138°24′E / 7.950°S 138.400°E / -7.950; 138.400
Luas11.742 km2
Peringkat luaske-67
Pemerintahan
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Selatan
KabupatenMerauke
Kota terbesarKimaam(2.017 jiwa)
Kependudukan
Penduduk13.427 jiwa(31 Desember 2023[1])
Kepadatan1 jiwa/km2
Info lainnya
Zona waktu

Pulau Kolepom (disebut juga Pulau Dolok atau Pulau Yos Sudarso) adalah sebuah pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Pulau ini dipisahkan oleh Selat Muli yang sempit dari pulau utama Nugini. Nama pulau ini berasal dari seorang pahlawan Trikora, Yos Sudarso, dan juga dikenal dengan nama Pulau Kimaam. Sewaktu penjajahan Belanda, pulau ini disebut Pulau Frederik Hendrik. Suku asli pulau ini dinamakan Suku Kimaam yang merupakan salah satu subsuku Marind.

250px-Yos_Sudarso-MJ.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta skala 1:250.000

Pulau yang bentuknya menyerupai daun ini panjangnya sekitar 165 km dengan luas wilayah 11.600 km². Pulau ini dikelilingi oleh pantai hutan bakau. Vegetasi bakau menyebar hingga ke pedalaman pulau ini dan sebagaian besar masih berada dalam kondisi alamiahnya. Dengan demikian, bila terjadi kenaikan muka laut yang sesuai dengan skenario IPCC, hutan bakau di pulau ini diperkirakan masih dapat beradaptasi dengan baik sehingga keberadaan pulau ini tidak akan terganggu secara signifikan. Kemampuan adaptasi dari hutan bakau tersebut didukung oleh tingginya suplai muatan sedimen dari daratan Pulau Papua ke kawasan tersebut.

Pulau Yos Sudarso ini berada di Paparan Sahul yang stabil. Dalam sejarah geologi, pada masa lalu muka laut pernah turun hingga sekitar 100 meter lebih rendah dari posisi muka laut sekarang. Dengan demikian, pulau ini diperkirakan pada saat itu ukurannya lebih besar. Jejak-jejak alur sungai purba yang berada di bawah laut sekarang dapat terlihat di perairan dekat pantai di sekitar Tanjung Vals.

Aksesibilitas menuju Pulau Kolepom ini biasanya menggunakan jalur udara dan laut. Menggunakan jalur udara bisa memanfaatkan penerbangan perintis yang telah disediakan oleh pemerintah daerah Merauke yang telah bekerjasama dengan maskapai Merpati. jarak tempuh memakan 45 menit dengan layanan penerbangan satu kali perminggunya. Jika ingin menggunakan jalur laut para pengunjung dapat menggunakan layanan kapal perintis dari PT Pelni Moeka Ehe, Patrio Sompe, KM lady, KM Pusaka Tambangan, dan KM Bimas Raya, dengan waktu tempuh 15 jam.[2] Di pulau ini terdapat Suaka Margasatwa Pulau Dolok.

Demografi

Pulau ini dihuni 13.332 jiwa pada luas pulau 1,44 juta hektar. Kepadatan penduduk di pulau ini adalah 9 jiwa/km².[3]

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang terdapat di pulau ini antara lain dermaga beton, lapangan udara perintis, sekolah SD dan SMP, puskesmas, dan listrik desa.[3]

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang terkandung di pulau ini antara lain hutan campuran, hutan rawa, hutan mangrove, dan budidaya. Pulau ini sebagian besar daratannya berupa daerah rawa dan sagu, yakni sebesar dua per tiga pulau. Adapun perairannya kaya akan sumber daya ikan dan udang, khususnya ikan arwana banyak ditemukan di Rawa Kiworo dan Woner.[3]

Terbentuknya Pulau

Pulau Yos Sudarso memiliki asal-usul terbentuknya pulau yang sama dengan Pulau Papua. Keberadaan Pulau Papua saat ini, tidak bisa dilepaskan dari teori geologi yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Pada kurun waktu 240 juta hingga 65 juta tahun yang lalu, benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia, yang menjadi cikal bakal pembentukan benua dan pegunungan yang saat ini ada di seluruh dunia.

Tektonik Pulau Papua pada saat ini berada pada bagian tepi utara Lempeng Indo-Australia, yang berkembang akibat adanya pertemuan antara Lempeng Australia yang bergerak ke utara dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke barat. Dua lempeng utama ini mempunyai sejarah evolusi yang diidentifikasi yang berkaitan erat dengan perkembangan sari proses magmatik dan pembentukan busur gunung api yang berasoisasi dengan mineralisasi emas phorpir dan emas epithermal.

Pengendapan yang sangat intensif dari benua kanguru ini, sambungnya, akhirnya mengangkat sedimen batu ke atas permukaan laut. Tentu saja proses pengangkatan ini berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.

Proses ini masih ditambah oleh terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

Akhirnya proses pengangkatan yang terus-menerus akibat sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.

Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.

Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya.

Pulau-pulau sekitar

Di sekitar pulau Dolok terdapat beberapa pulau kecil:

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Juni 2024.
  2. ↑ "Pulau KOLEPOM". www.ppk-kp3k.kkp.go.id. Diakses tanggal 2022-12-17.
  3. 1 2 3 Tuwo, Ambo; Tresnati, Joeharnani; Arsyad, Muhammad (2022). Pembangunan Pulau-Pulau Kecil Terluar Indonesia Untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Nasional. Sleman: Penerbit Deepublish. hlm. 35. ISBN 9786230240850.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan