Minggu, 01 November 2026
16:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pulau Rupat

Pulau Rupat

pulau di Kabupaten Bengkalis, Riau

Bagikan:
Pulau Rupat
330px-YKL_7855.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menarik jaring panen udang di pulau Rupat
Pulau Rupat di Indonesia Riau
Pulau Rupat
Lokasi di Indonesia Riau
Geografi
LokasiIndonesia
Koordinat2°6′0″N 101°41′9″E / 2.10000°N 101.68583°E / 2.10000; 101.68583
KepulauanSumatera
Luas1.500 km2
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiRiau
KabupatenBengkalis
Kota terbesarRupat Utara
Kependudukan
Penduduk59.810 jiwa
Kepadatan40 jiwa/km2
Kelompok etnikSuku Melayu, Suku Jawa, Suku Akit, Suku Tionghoa, Suku Minang, Suku Batak, Suku Nias, dan Suku Lainnya.
Info lainnya
Zona waktu

Pulau Rupat adalah sebuah pulau di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pulau yang merupakan Kota Pelabuhan dan Perdagangan Internasional di Masa Depan[butuh rujukan] kawasan perairan Selat Malaka. Pulau ini memiliki luas lebih kurang 1.500 km2 dan dihuni sekitar 59.810 jiwa penduduk.[butuh rujukan]

Pulau Rupat saat ini hanya terbagi menjadi 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Rupat dan Kecamatan Rupat Utara. Luas Kecamatan Rupat Utara adalah 368,68 km². Rupat Utara Terbagi menjadi 2 Zona yaitu: Zona A (Kawasan Pemerintahan dan Pariwisata) Memiliki luas 99,67km² dengan jumlah penduduk 11.174 Jiwa dan kepadatan 112,1/Km². Terdiri dari Tanjungpunak, Tanjungmedang, Telukrhu, Puteri Sembilan, dan Kadur. Zona B (Kawasan Barat) Memiliki luas: 269,01 dengan jumlah penduduk 6.399 Jiwa dan kepadatan 23,8/km². Terdiri dari Titi Akar, Hutan Ayu, dan Sukadamai.

Selebihnya merupakan wilayah Kecamatan Rupat dengan luas sekitar 1,145.19 km².[butuh rujukan]

Pariwisata

Pariwisata wisata di Rupat sebagai berikut:[butuh rujukan]

Sarana dan prasarana

Di Rupat tersedia penginapan seperti hotel, wisma dan Homestay yang berada Tanjung Punak, Teluk Rhu, Tanjung Medang, Pangkalan Nyirih, dan Batu Panjang.[butuh rujukan]

Di Pulau Rupat, suasana Melayu sangat kental dan bahasa Melayu yang digunakan mirip seperti bahasa Melayu Malaysia. Bahkan, sebelum 2010, mata uang Ringgit pun bisa digunakan sebagai alat transaksi, tetapi saat ini masyarakat sudah sepenuhnya menggunakan mata uang Rupiah.[butuh rujukan]

Hal yang menjadi daya tarik pulau Rupat adalah pantai luas dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan titik terdekat menuju Malaysia. Bahkan turis asal Malaysia sukunya sering mengunjungi Pulau Rupat menggunakan kapal cepat dan langsung bersandar di pantai. Hal ini tentu merupakan petunjuk buat pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan potensi-potensi yang ada di Pulau Rupat tersebut terutama di bidang pariwisatanya.[butuh rujukan]

Hingga saat ini, Pantai Lapin di Tanjungpunak masih menjadi Primadona Pariwisata di Pulau Rupat.[butuh rujukan]

Transportasi

Pulau ini dapat dijangkau dari Pekanbaru, Dumai atau Bengkalis. Jalur utama pengangkutan dari dan ke pulau ini adalah melalui laut. Telah ada jadwal transportasi tetap menuju ke pulau ini, yaitu jadwal penyebrangan RoRo Dumai Rupat.[butuh rujukan]

Perjalanan dari Dumai ke Pulau Rupat dapat ditempuh dalam waktu 20 - 30 menit dengan menggunakan RoRo. Sedangkan berangkat dari Bengkalis membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam perjalanan.[butuh rujukan]

Pulau Rupat terbagi dua, yakni Rupat dan Rupat Utara. Penduduk di Rupat Utara lebih banyak dibandingkan di Rupat. Kira-kira hanya ada puluhan kepala keluarga di Rupat. Namun kini, penduduk Rupat dan Rupat Utara tidak jauh berbeda. Namun karena luas wilayah yang sangat signifikan, maka Rupat Utara menjadi kawasan yang memiliki kepadatan penduduk lebih tinggi. Sepanjang perjalanan kita akan melihat pemandangan yang indah. Terkait masalah luas wilayah, Rupat Utara hanya memiliki luas yg hampir hanya seperempat dari luas wilayah pulau secara keseluruhan.[butuh rujukan]

Pernah ada wacana pembangunan Jembatan Dumai - Rupat, tetapi tidak kepastian kapan akan dilaksanakan pengerjaannya.[butuh rujukan]

Tidak tersedia transportasi umum di Pulau Rupat, hanya ada travel yang melayani rute Rupat Utara ke Dumai via RoRo Tanjung Kapal di Rupat Selatan. Jika anda menggunakan aplikasi taksi/ojek daring di Pulau Rupat, anda hanya akan terhubung ke jaringan taksi/ojek daring area Kota Dumai.[butuh rujukan]

Akomodasi

Infrastruktur

Infrastruktur di Rupat seperti jalan lintas antar kecamatan, lampu jalan, transportasi antar pulau, perbankan, fasilitas air bersih, fasilitas kesehatan, menara BTStelekomunikasi masih minim. Namun untuk listrik, Pulau Rupat sudah memiliki interkoneksi bawah laut melalui Kota Dumai dengan sumber listrik dari PLTA Kampar sejak 2013.[butuh rujukan]

Untuk fasilitas internet, hanya tersedia WiFi yang dikelola oleh pihak swasta, sedangkan IndiHome tidak tersedia di Rupat.[butuh rujukan]

Potensi Daerah

  • Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Tanjungpunak,
  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Rupat,
  • UMKM dan PokDarWis Desa Wisata,
  • Industri Perkebunan dan Pariwisata,
  • Kearifan Lokal,
  • Wisata Budaya & Religi,
  • Kesenian & Keterampilan,
  • Perikanan, Pertanian, dan Peternakan,
  • Hutan Mangrove,
  • Cagar Alam,
  • Migas Blok Rupat di kawasan Tanjungpunak dan Telukrhu yang akan kembali dilelang pada tahun 2027,[butuh rujukan]
  • Dan lain-lain.

Kecamatan

Kelurahan/Desa

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan