Senin, 28 September 2026
07:57 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Pulau Direction

Pulau Direction

pulau di Kepulauan Cocos (Keeling)

Cocos_%28Keeling%29_Islands-CIA_WFB_Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Letak Pulau Direction di Kepulauan Cocos (Keeling)

Pulau Direction atau dalam Bahasa Inggris Direction Island, yang dikenal dalam Bahasa Melayu Cocos sebagai Pulau Tikus, adalah pulau terpencil Kepulauan Cocos (Keeling) di Samudra Hindia. Selama Perang Dunia Pertama dan Kedua pulau ini menjadi tempat penting dan memiliki nilai strategis karena adanya stasiun radio dan telekomunikasi yang dibangun di pulau ini.[1]

Geografi

Pulau ini terletak 28 km di sebelah tenggara dari Pulau Keeling Utara, sekitar 2.930 km sebelah barat dari Perth, 3.690 km sebelah barat dari Darwin, 960 km sebelah barat dari Pulau Natal, dan lebih dari 1000 km sebelah barat dari Jawa dan Sumatra.

Sejarah

330px-Cruise_of_the_Emden_1914_Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur Kapal SMS Emden di Samudra Hindia pada 1914
330px-Bundesarchiv_DVM_10_Bild-23-61-13%2C_Kleiner_Kreuzer_%22SMS_Emden_I%22.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal penjelajah milik Jerman SMS Emden

Pada 9 November 1914 saat Perang Dunia I terjadi peperangan di sejumlah pulau di Kepulauan Cocos (Keeling), yang terletak di bagian timur laut Samudra Hindia. Kapal SMS Emden milik Jerman menyerang stasiun radio dan telekomunikasi milik Inggris di Pulau Direction. Di pulau itu, stasiun tersebut merupakan komponen penting dalam sistem hubungan komunikasi ke berbagai wilayah melalui Samudra Hindia.

Kapten Karl von Müller memutuskan untuk menghancurkan menara stasiun radio dan telekomunikasi tersebut. Ketika kapal SMS Emden datang ke pulau itu pada pukul 06.00 waktu setempat tanggal 9 November, staf kantor pusat telegraf menyadari bahwa akan terjadi serangan dan memiliki waktu untuk mengirim pesan yang disebutkan sebagai berikut: "kapal asing ada di pintu masuk ke teluk" dan "SOS, kapal SMS Emden di sini." Jerman dengan segera mendaratkan sebuah pasukan amfibi yang terdiri dari 50 prajurit bersenjata di bawah pimpinan Kapten Letnan Hellmuth von Mücke dengan tiga kapal (satu kapal besar, dua lebih kecil).

330px-StateLibQld_1_120860_Sydney_%28ship%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal penjelajah milik Australia HMAS Sydney

Dalam beberapa jam Kapal HMAS Sydney milik Australia tiba di tempat kejadian. Pertempuran itu adalah pertempuran pertama satu lawan satu bagi Angkatan Laut Australia. Ketika kapal SMS Emden mendeteksi mendekatnya kapal HMAS Sydney, Muller tidak memliki pilihan lain selain untuk menaikkan jangkar dan mulai berperang dengan kapal penjalajah milik Australia itu. Mereka meninggalkan Mücke yang telah mendarat di pulau itu. Kapal HMAS Sydney lebih cepat dan memiliki persenjataan yang lebih baik dengan delapan senjata 152 mm daripada SMS Emden yang hanya memiliki sepuluh senjata 105 mm. Namun, penembak Jerman mengawali kebakaran pertama pada pukul 09.40 pada jarak dari 9,7 km dan dengan segera menghancurkan feed alat pengukur jarak sasaran HMAS Sydney dan menyebabkan kerusakan moncong alat penembak.

330px-SMS_Emden_wreck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerusakan pada Kapal SMS Emden di pesisir Pulau Keeling Utara

Namun pertempuran berlangsung sekitar lebih dari satu jam. Setelah kerusakan berat pada kapal dengan hampir 100 tembakan dan puluhan awak kapal tewas pada pukul 11.15, Müller memutuskan untuk melabuhkan kapal SMS Emden di pantai Pulau Keeling Utara untuk mencegah tenggelamnya kapal. Müller lupa untuk menurunkan bendera setelah kapalnya kandas, dan ketika kapal HMAS Sydney kembali, mereka mengirim sinyal kepada kapal SMS Emden untuk menyerah. Karena tidak memperoleh jawaban, ia memerintahkan penembak melanjutkan tembakannya, hanya sampai lawannya mengangkat bendera putih. Setelah mendarat di Pulau Keeling Utara, awak kapal SMS Emden ditangkap, dan beberapa dari mereka dibunuh.

330px-Wn21-13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Jerman meninggalkan Pulau Direction

Di Pulau Direction, pasukan amfibi di bawah pimpinan Mücke mampu mendapatkan sekoci kayu bertiang tiga. Dengan sekoci ini mereka berenang ke arah utara, menuju Sumatra. Kemudian mereka pergi untuk sampai ke pantai melalui Laut Arab, dan dari sana melalui wilayah Turki Utsmaniyah ke Istanbul pada bulan Mei 1915. Dari Istanbul mereka kembali ke Jerman.

Referensi

  1. ↑ "Journal of the Australian War Memorial | Australian War Memorial" (dalam bahasa Inggris). www.awm.gov.au. Diakses tanggal 2017-04-07.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan