Jumat, 30 Oktober 2026
05:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prunus cerasifera

Prunus cerasifera

spesies prem

Bagikan:
Prunus cerasifera Suntingan nilai di Wikidata
250px-20140317Prunus_cerasifera_Hockenheimer_Rheinbogen5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Tumbuhan
Jenis buahbuah berbiji Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Kekurangan data
IUCN172162 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoRosales
FamiliRosaceae
TribusAmygdaleae
GenusPrunus
SpesiesPrunus cerasifera Suntingan nilai di Wikidata
Ehrh., 1789
Tata nama
Sinonim taksonPrunus myrobalana Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Prunus cerasifera.

Prunus cerasifera adalah spesies prem yang dikenal dengan nama umum prem ceri dan prem myrobalan. Ia merupakan spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Rosaceae (suku mawar-mawaran). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim sedang, dengan rentang sebaran mulai dari Eropa tenggara hingga Asia Tengah dan Himalaya. Nama ilmiah Prunus cerasifera pertama kali dipublikasikan oleh botanis Jakob Friedrich Ehrhart pada tahun 1785.[1] Tumbuhan ini telah dinaturalisasi di tempat-tempat lain, P. cerasifera diyakini sebagai salah satu induk prem budi daya.

Deskripsi

250px-Prunus_cerasifera_148572395.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah prem ceri (Prunus cerasifera)

Jenis liarnya berupa semak besar atau pohon kecil yang tingginya mencapai 8–12 meter (26–39 kaki), terkadang berduri, dengan daun gugur berbentuk bulat telur dan gundul sepanjang 3–7 cm (1–3 inci).[2] P. cerasifera adalah salah satu pohon Eropa pertama yang berbunga di musim semi, seringkali dimulai pada pertengahan Februari sebelum daunnya mekar. Bunganya berwarna putih atau merah muda pucat dan berdiameter sekitar 2 cm (3/4 inci), dengan lima kelopak dan banyak benang sari. Buahnya berupa buah berbiji yang dapat dimakan, berdiameter 2–3 cm, matang menjadi kuning atau merah dari awal Juli hingga pertengahan September. Mereka subur sendiri, tetapi juga dapat diserbuki oleh varietas Prunus lainnya seperti prem victoria.[3] Tanaman ini berkembang biak dengan biji atau tunas, dan sering digunakan sebagai batang bawah untuk spesies dan kultivar Prunus lainnya.[2]

Sebaran

Pohon prem ini berasal dari Eropa Tenggara (Semenanjung Balkan, Krimea), Asia Barat dan Tengah (Kaukasus, Iran, Irak). Pohon ini telah dibudidayakan secara luas untuk buahnya di Asia Kecil dan Kaukasus selama ribuan tahun, menyebar di wilayah Mediterania dan Balkan sejak 200 SM dan kemudian di seluruh Eropa. Baru-baru ini, pohon ini ditemukan di semua benua, dan telah dinaturalisasi secara luas di luar wilayah asalnya, di seluruh wilayah beriklim sedang. Di Australia dan Selandia Baru, pohon ini dianggap sebagai spesies gulma. Karena variabilitasnya yang tinggi dan kemudahan hibridisasinya dengan spesies Prunus lainnya, berbagai subspesies geografis telah dideskripsikan, dan subdivisi taksonominya agak membingungkan dan masih dalam tahap revisi.[4]

Habitat dan ekologi

Spesies ini memiliki wilayah yang luas di dalam zona beriklim sedang. Populasi alaminya dicirikan oleh variabilitas yang tinggi dalam hal kekuatan, toleransi suhu, waktu pematangan, dan ketahanan terhadap penyakit, yang membuatnya mudah beradaptasi di berbagai lokasi. Prem ceri sangat kuat, dan tidak terlalu menuntut perawatan, kecuali cahaya matahari. Tanaman ini dapat ditemukan di area terbuka, seperti tepi hutan, hutan terbuka, tepi sungai, dan lahan terganggu. Tanaman ini juga tahan beku dan kekeringan, serta tahan angin. Tanaman ini tumbuh subur di berbagai jenis tanah, termasuk tanah berkerikil dan berpasir atau miskin nutrisi, tetapi tidak di tanah yang padat.[4]

Kegunaan

Buahnya yang belum matang digunakan dalam sup asam. Sedangkan buahnya yang matang dimakan segar atau digunakan untuk membuat minuman non-alkohol atau minuman beralkohol yang difermentasi dan disuling. Komposisi antosianin, kandungan fenolik, dan aktivitas antioksidan varietas prem ceri merah dan ungu liar telah diuji dan menunjukkan potensi untuk dikembangkanmenjadi sumber minuman buah sehat karena aktivitas antioksidannya yang tinggi. Kulit buahnya dapat digunakan sebagai sumber untuk mengekstrak pigmen alami. Ceri berdaging kemerahan dapat digunakan untuk berbagai keperluan kuliner.

Pohon prem ceri umumnya dibudidayakan sebagai pohon hias karena daunnya yang berwarna warni dan bunganya yang banyak dan halus. Terdapat beberapa hibrida atau varietas yang sebagian besar berdaun ungu: misalnya, 'Pissardii’ dengan kuncup bunga merah muda, bunga putih, dan daun ungu, sedangkan 'Nigra’ lebih kecil dengan bunga merah muda dan daun merah-ungu tua.[4]

Referensi

  1. ↑ "Cherry plum". Plantamor. Diakses tanggal 2025-11-20.
  2. 1 2 Stace, Clive A. (2010). New flora of the British Isles (Edisi 3rd ed). Cambridge ; New York: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-70772-5.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  3. ↑ Titchmarsh, Alan (2008). The kitchen gardener: grow your own fruit and veg. London: BBC. ISBN 978-1-84607-201-7.
  4. 1 2 3 "Forest". forest.jrc.ec.europa.eu. Diakses tanggal 2025-11-20.
Prunus cerasifera
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan