Kamis, 24 September 2026
08:31 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Provirus

Provirus adalah genom virus yang diintegrasikan ke dalam DNA sel inang. Dalam kasus virus bakteri (bakteriofag), provirus sering disebut sebagai profag.

Keadaan integrasi ini bisa terjadi dalam tahap replikasi virus, atau keadaan yang berlangsung lama, baik sebagai infeksi virus yang inaktif, maupun elemen virus endogen. Pada infeksi virus yang inaktif, virus tidak akan mereplikasi dirinya sendiri kecuali sel inangnya bereplikasi. Keadaan ini dapat terjadi pada sel inang dalam banyak generasi.

Retrovirus endogen selalu berada dalam keadaan provirus. Ketika retrovirus (nonendogen) menginvasi sel, RNA retrovirus diubah menjadi DNA dengan enzim transkriptase balik, kemudian dimasukkan ke dalam genom inang oleh enzim integrase.

Provirus tidak secara langsung membuat salinan DNA baru dirinya sendiri sambil diintegrasikan ke dalam genom inang dengan cara ini. Alih-alih, ia direplikasi secara pasif bersama dengan genom inang dan diteruskan ke keturunan sel aslinya; semua keturunan sel yang terinfeksi juga akan memiliki provirus dalam genomnya. Hal dikenal sebagai siklus lisogenik virus.[1] Integrasi dapat menyebabkan infeksi laten atau infeksi produktif. Pada infeksi yang produktif, provirus ditranskripsi menjadi RNA duta yang secara langsung menghasilkan virus baru, yang pada gilirannya akan menginfeksi sel-sel lain melalui siklus litik. Infeksi laten terjadi ketika provirus diam dalam transkripsinya.

Infeksi laten dapat menjadi produktif sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau kesehatan lingkungan inang; provirus dapat diaktifkan dan memulai transkripsi genom virusnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan sel inangnya karena mesin sintesis protein sel dibajak untuk menghasilkan lebih banyak virus.

Provirus dapat menyumbang sekitar 8% dari genom manusia dalam bentuk retrovirus endogen yang diwariskan.[2]

Provirus tidak hanya mengacu pada retrovirus tetapi juga digunakan untuk menggambarkan virus lain yang dapat berintegrasi ke dalam kromosom inang, contoh lain adalah virus terkait adeno (AAV). Tidak hanya virus eukariotik yang berintegrasi ke dalam genom inang mereka; banyak virus bakteri dan arkea juga menggunakan strategi propagasi ini.

Referensi

  1. Campbell, Neil A.; Reece, Jane B.; Urry, Lisa A.; Cain, Michael L.; Wasserman, Steven A.; Minorsky, Peter V.; Jackson, Robert B. (2008). Biology (Edisi 8th). hlm. 386. ISBN 978-0-8053-6844-4.
  2. Robert Belshaw; Pereira V; Katzourakis A; Talbot G; Paces J; Burt A; Tristem M. (Apr 2004). "Long-term reinfection of the human genome by endogenous retroviruses". Proc Natl Acad Sci USA. 101 (14): 4894–4. doi:10.1073/pnas.0307800101. PMC 387345. PMID 15044706.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan