Rabu, 21 Oktober 2026
08:05 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

DNA rekombinan

Bagikan:

DNA rekombinan atau rDNA (bahasa inggris: recombinant DNA) adalah suatu bentuk DNA buatan yang dibuat dengan cara menggabungkan atau merekombinasi dua atau lebih untaian benang DNA yang dalam keadaan normal tidak berpasangan atau terjadi bersama.[1] Pada bahasan biologi molekuler, modifikasi genetik dilakukan dengan memasukkan DNA yang relevan ke dalam DNA organisme yang hidup misalnya pada plasmid bakteri, untuk menyandikan suatu sifat khusus tertentu seperti antibiotik dan sifat lain.[1] Hal ini berbeda dengan konsep DNA rekombinan yang kombinasi DNAnya tidak terjadi secara alami di dalam sel tetapi direkayasa.[1] Proses rekombinasi DNA yang umum dilakukan adalah dengan menggabungkan untaian DNA dari dua organisme yang berbeda.[2] Bergabungnya dua DNA dari organisme yang berbeda misalnya pada suatu plasmid bakteri dibantu oleh enzim ligase.[3] Teknologi DNA rekombinan melalui teknik pemotongan DNA merupakan salah satu bukti penguat yang menunjukkan bahwa DNA adalah suatu unit pewarisan.[4]

Pemanfaatan

Penemuan Teknologi DNA rekombinan dapat membuat kegiatan analisis dan rekayasa genetik semakin berkembang khususnya dalam bidang-bidang yang telah lama mempraktikkan pemodelan dan analisis genetik seperti kedokteran, pertanian, dan industri.[4][5] Transfer gen antar organisme saat ini dapat dilakukan bahkan di antara organisme-organisme yang secara biologi dahulu tidak bisa bergabung.[4] Proses transfer gen yang secara konvensional menggunakan reproduksi seksual yaitu persilangan dapat dihindari, misalnya pada produksi jagung “Bt” yang salah satunya tersusun dari gen bakteri yang ditransfer ke tanaman jagung untuk membuat jagung tahan terhadap hama penggerek di Eropa.[4] Penanda molekuler telah tersedia untuk membuat proses seleksi menjadi lebih efektif dan efisien.[4]

Dalam dunia kesehatan, produk komersial pertama yang dihasilkan dengan teknologi DNA rekombinan adalah insulin.[6] Penelitian dan proyek insulin ini dimulai sebelum peraturan dan kebijakan pemerintah tentang pemanfaatan secara luas dan komersial tentang DNA rekombinan dibuat.[6] Ketika penelitian dasar teknologi DNA rekombinan terus dilakukan untuk mencari efisiensi dan manfaat bagi umat manusia, pemanfaatan secara komersial produk-produk yang dihasilkan dari teknologi ini dikendalikan oleh perilaku pasar dan modal-modal investasi yang diberikan.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 "Recombinant DNA - What is Recombinant DNA?". news-medical.net. 2012.
  2. ↑ Matthew Kuure-Kinsey and Beth McCooey (2000). "The Basics of Recombinant DNA". iochemical Engineering Fall.
  3. ↑ Jana Klose & Greg Lampard. "Introducing A Gene To A Cell Recombinant DNA Technology". UBC Biotechnology Laboratory.
  4. 1 2 3 4 5 George Acquaah (2007). Principle of Plant Genetics and Breeding. United Kingdom: Blackwell Publishing. ISBN 9781405136464.
  5. ↑ "Recombinant DNA Technology" (PDF). Whesthampton: University of Richmond.
  6. 1 2 3 "Human Insulin from Recombinant DNA Technology". Whasington DC: Science. 1983.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan